Penjualan Semen November Turun 8,5%

Penjualan semen nasional turun 8,5% menjadi 3,5 juta ton pada November 2010 dibandingkan bulan sebelumnya 3,8 juta ton. Penurunan disebabkan oleh kuantitas hujan yang lebih banyak, sehingga pembangunan property dan proyek lain yang membutuhkan banyak semen menjadi terhambat.

“Kalau musim hujan, hanya sedikit orang yang mau membangun rumah dan proyek. Jadi, masyarakat dan pelaku usaha juga lebih sedikit membeli semen pada November 2010,” ujar Ketua Umum Asosiasi Semen Indonesia (ASI) Urip Trimuryono kepada Investor Daily, Sabtu (11/12).

Walaupun penjualan November turun, menurut dia, penjualan semen nasional periode Januari-November tahun ini tetap naik 6,6% total penjualan semen mencapai 36,9 juta ton dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 34,6 juta ton.

“Pertumbuhan terbesar penjualan semen sepanjang tahun 2010 terutama terjadi pada awal tahun ketika orang masih banyak membangun,” imbuhnya.
 
Ia menambahkan, penyerapan semen terbesar masih terjadi di Pulau Jawa dengan pertumbuhan diatas 8%, atau melebihi kenaikan penjualan semen nasional sebesar 6%. Penjualan semen banyak dilakukan secara eceran mencapai 80% dan 20% dalam bentuk kenasan kantong.
 
Sector yang paling menyerap semen masih berasal dari pembangunan property dan perumahan mencapai 60%. Sedangkan realisasi dari pembangunan infrastruktur masih belum bisa diharapkan, seiring realisasi anggaran pemerintah yang masih sebesar 30%.
 
Walaupun bulan lalu turun, Urip masih optimis, penjualan semen nasional masih akan mencapai target, yaitu sebesar 40,7 juta ton. Hal ini akan ditopang beberapa proyek yang akan dipercepat pengerjaannya.
 
“Kekurangan target penjualan akan terpenuhi pada kuartal IV – 2010, mengingat beberapa proyek pemerintah telah selesai pembebasan lahannya dan segera dibangun,” katanya.
 
Menurut dia, hingga akhir tahun ini, para produsen akan mampu memenuhi permintaan semen nasional karena produksi selalu disesuaikan dengan permintaan. Kapasitas produksi semen terpasang tahun ini masih sebesar 44 juta ton, dan akan mendapatkan tambahan kapasitas  produksi dari peneyelesaian ekspansi Semen Andalas sebesar 1,8 juta ton.

Produsi semen selalu disesuaikan dengan permintaan karena produksi yang berlebihan justru bisa membahayakan industri semen nasional. “ masalahnya, kita belum punya gudang khusus untuk menyimpan semen. Jadi, produsen tidak mau memproduksi semen yang melebihi permintaan pasar,” imbuhnya

Copyright © Semen Gresik . All rights reserved. / Privacy Policy