JAKARTA - PT Semen Gresik Tbk (SMGR) membukukan penurunan volume penjualan semen sebesar 5,7% menjadi 8,39 juta ton pada semester 1 tahun 2009, dibandingkan 8,89 juta ton pada periode sama 2008.
Namun, penurunan itu masih lebih baik dibandingkan melemahnya konsumsi semen nasional sebesar 8,4%, dari 21,28juta ton menjadi 19,49 juta ton. "Penurunan volume penjualan terjadi akibat adanya penurunan daya beli masyarakat," ujar Sekretaris Perusahaan Semen Gresik Sunardi yang dihubungi Investor Daily di Jakarta, Selasa (21/7).
Sunardi belum bisa memastikan kemungkinan terpengaruhnya kinerja keuangan perseroan selama semester 1 - 2009 akibat penurunan volume penjualan tersebut. "Kami berharap permintaan semen pada semester II-2009 membaik," tuturnya.
Dia menambahkan, sejauh ini Semen Gresik belum berencana menaikkan harga jual semen di pasar. "Sejak awal tahun, kami pun tidak menaikkan harga jual," tandasnya. Penjualan semen perseroan di pasar domestik, menurut Sunardi, turun 3,4%, dari 8,32 juta ton menjadi 8,03 juta ton. Penjualan di pasar dalam negeri masih didominasi Semen Gresik, selaku induk usaha, sebanyak 3,85 juta ton atau 47,95% dari total penjualan konsolidasi perseroan di pasar domestik.
"Adapun penjualan anak usaha, yaitu PT Semen Padang mencapai 2,47 juta ton atau 30,74% dari total penjualan di pasar dalam negeri. Sedangkan PT Semen Tonasa mengontribusi penjualan dalam negeri sebanyak 1,71 juta ton atau sekitar 121,30%," paparnya
Data Semen Gresik juga menunjukkan, penjualan semen ke pasar ekspor turun signifikan 38,1%, dari 578.837 ton menjadi 358.528 ton. Penjualan semen ke pasar ekspor hanya dilakukan Semen Tonasa dan Semen Padang. Selama semester 1-2009, penjualan ekspor Semen Padang mencapai 346,130 ton, turun 33,9% dibanding periode sama 2008 sebanyak 523.746 ton. Sedangkan penjualan ekspor Semen Tonasa anjlok 77,5% menjadi 12.398 ton, dari sebelumnya 55.091 ton.
Direktur Pemasaran Semen Gresik Irwan Suarli pernah mengatakan pihaknya menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 5% tahun ini menjadi Rp 12,81 triliun, dibanding tahun sebelumnya Rp 12,2 triliun.
Direktur Utama Semen Gresik Dwi Soetjipto baru-baru ini memangemukakan, perseroan tahun ini rnemangkas alokasi belanja modal (capitaI expenditure/ capeX) sebanyak US$ 100 juta, dari US$ 1,3 miliar menjadi US$ 1,2 miliar.
"Langkah itu ditempuh sebagai bentuk efisiensi perseroan. Pengurangan capex itu dilakukan karena adanya pengurangan nilai investasi pada dua proyek di Jawa dan Sulawesi," ucap dia.
Dwi menjelaskan, adanya pemindahan lokasi pembangunan pabrik semen dari Pati, Jawa Tengah, ke Tuban,Jawa Timur, mampu menekan biaya investasi. Soalnya, pabrik di Tuban berada dalam wilayah Semen Gresik, sehingga beberapa infrastrukturnya sudah tersedia.
Semen Gresik membutuhkan total dana Rp 5,25 triliun untuk membangun pabrik berkapasitas 2,5 juta ton per tahun dan PLTU berkapasitas 2 x 35 megawatt. Proyek yang dibangun di Pangkep Tonasa, Sulawesi Selatan itu dijadwalkan rampung pada 2011.
Tahun lalu, Semen Gresik membukukan laba bersih Rp 2,52 triliun. Dari jumlah itu, 50% atau Rp 1,26 triliun di antaranya dibagikan sebagai dividen. Perseroan pada semester 1 tahun 2008 membukukan laba bersih Rp 1,14 triliun, tumbuh 62,76% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 699,6 millar. Pendapatan terdongkrak oleh kenaikan harga semen sebesar 28% dibanding periode sama 2007 dan pertumbuhan total volume penjualan 12,4% menjadi 8,89 juta ton semen.
Analis PT CIMB-GK Securities Rania Rahrnundita dalam risetnya yang dipublikasikan beberapa waktu lalu memperkirakan Semen Gresik mempertahankan harga tahun ini, karena pada 2008 telah rnenyesuaikan harga jual "Perseroan baru menaikkan kembali harga tahun depan sekitar 4%," tuturnya.
Dia mengungkapkan, realisasi tiga proyek ekspansi Semen Gresik, yaitu pembangunan pabrik baru Tonasa V dan pabrik baru di Jawa serta pembangunan pembangkit listrik diperkirakan terlambat dari jadwal.
"Meskipun masih dalam tahap awal, koordinasi dan administrasi antara Semen Gresik, Padang, dan Tonasa menghambat proses tersebut," ujar Rania yang memperkirakan pabrik Tonasa V baru dan pembangkit listrik beroperasi pada 2012.