Banyak kebijakan yang bisa dipetik dari acara yang sarat pembelajaran saat Raker Perusahaan 2009 yang diselenggarakan di PPS Gresik pada awal bulan ini. Misalnya saja pada presentasi Komut D. Aditya Sumanagara di awal pembukaan Raker yang memaparkan perbandingan performance ebitda margin, operating margin SGG selama tiga tahun terakhir yang terus meningkat dibanding perusahaan persemenan dunia dan nasional. Untuk itu ia menyampaikan terima kasihnya atas keberhasilan kinerja tersebut serta dari beberapa penghargaan prestisius yang telah diraih perusahaan di tahun 2008.
Namun pada kesempatan itu, ia juga mengungkap adanya beberapa gangguan operasional pabrik yang berulang, ”Perlu evaluasi yang sistemik, menyangkut penataan sistem dan pemantapan attitude terhadap syarat-syarat yang ditetapkan,” tegasnya.
Peningkatan biaya seperti bahan bakar, marketing, bidang umum dan administrasi perlu diwaspadai lebih dalam lagi, serta beberapa kelemahan lainnya yang patut menjadi perhatian bersama.
Mengenai adanya perubahan rencana pembangunan beberapa power plant, ia mengingatkan agar dijaga konsistensi strategi bisnis yang telah disepakati. “Dan perlunya dijaga prinsip GCG dalam setiap aksi korporasi yang signifikan,” jelasnya. Ia mengingatkan bahwa perubahan rencana itu bertujuan untuk mengurangi risiko yang akan dihadapi perusahaan dengan tetap menjaga konsistensi pada strategi bisnis yang telah disepakati serta menjaga agar GCG dijalankan dalam setiap kegiatan korporasi yang signifikan.
”Kepatuhan terhadap GCG perlu dilandasi oleh integritas tinggi dan membutuhkan komitmen tidak hanya dari top manajemen namun pada seluruh elemen dalam perusahaan,” ujarnya.
Aditya mengingatkan kepada seluruh hadirin akan penting dan mendesaknya penetapan KPI yang telah dikoreksi dan akan diturunkan sampai pada level pelaksanaan. Beberapa hal lainnya yang juga perlu diperhatikan antara lain: Restrukturisasi korporasi bisnis unit dan anak perusahaan, Human capital master plan, Memperkuat sistem informasi dan teknologi melalui implementasi information capital and technology master plan, Peningkatan pelaksanaan pedoman GCG serta pengesahan kode etik dan mensinergikan SGG.
Pada kesempatan itu juga disampaikan tugas dan fungsi serta hubungan struktur organisasi Dekom SG dan organisasi pendukung lainnya yang akan mendukung Dekom dalam melaksanakan tugasnya, Selain dibantu oleh Sekretaris Dekom yang bertugas sebagai kepala kantor sekretariat Dekom, juga dibantu 5 komite, yaitu: Komite Audit, Komite Strategi, Investasi & Risiko, Komite Nominasi & Remunerasi, Komite GCG, dan Oversight Commite.
Selain itu Dekom memiliki alat kerja manajerial untuk membantu mengendalikan proyek pembangunan pabrik semen baru dan pembangkit tenaga listrik SGG yang disebut Komte Oversight (OC) Adapun tugasnya melakukan asesmen tentang potensi penyimpangan dan risiko proyek, mengevaluasi atas aspek strategi dan kebijakan, rencana bisnis, metode dan prosedur eksekus, teknologi operasional & pengendalian internal dan sistem peringatan dini proyek dan pemberian masukan dan rekomendasi pada Dekom.