Perlu Perbaikan Sistematis, Hindari Lubang Yang Sama

Laporan Keuangan merupakan cerminan atau potret bagi suatu perusahaan, sebagai informasi bagi Para Pemegang Saham maupun Stake Holder, karena laporan keuangan merupakan tempat mencatat segala aktivitas keuangan sepanjang tahun. Hal ini sempat menjadi perhatian khusus bagi Dewan Komisaris SGG dan disampaikan oleh Arif Arryman, Komisaris Independen saat rapat Konsolidasi antara jajaran Komisaris dan Direksi SGG 19 Maret 2009  di kantor Semen Padang.

Arif Arryman yang juga Ketua Komite Audit memberikan apresiasi yang tinggi dan ucapan terima kasihnya kepada PT SG, PT SP dan PT ST yang telah menyelesaikan dan menyerahkan Laporan Keuangan ke Bappepam tepat waktu. “Sebagai grup, akan melihat apa yang sudah dihasilkan dan apa yang sudah dicapai selama tahun 2008 dan bagaimana memperbaikinya di tahun 2009 karena kedepan selain masalah laporan keuangan ada satu aspek standar akuntansi yang akan banyak berubah dalam menuju Global International Standard,“ ujarnya. Oleh karenanya dibutuhkan sistematika yang terstruktur dan kerja sama yang lebih intens dari anak perusahaan guna mendukung penyelesaian pekerjaan tahunan ini.
 
Sejak tahun 2008, SGG sudah mulai menjalani rencana besar dan harus punya komitmen bahwa tetap harus jalan, apalagi kegiatan di tahun 2009 akan meningkat artinya kompleksitas pekerjaan dalam mencatat dan memonitor  akan lebih banyak dibanding tahun 2008. 
 
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya melakukan evaluasi terhadap kegiatan penyusunan laporan agar dapat menghasilkan laporan yang sempurna. Biasanya kita hanya mau berubah kalau sudah mendapat masalah sama dan berkali-kali,” ungkapnya. Ia pun mengutip sajak tentang “lobang” dari Portia Nelson, sehingga kita akan banyak kehilangan waktu ketika menghadapi masalah yang sama dan kesalahan yang sering terulang. “Agar tidak masuk dalam lubang yang sama kita harus mampu merubah itu dengan menyusun suatu sistem  yang baik,” tegasnya.
 
Menurutnya Laporan Keuangan SGG adalah Laporan Keuangan Konsolidasian yang disubmit dan ditandatangani oleh dua top officer untuk mengeksplisitkan tugas dan tanggung jawab dalam empat hal yaitu : Penyusunan dan penyajian laporan keuangan SGG dan anak-anak perusahaan, artinya laporan Keuangan tidak mungkin jadi kalau Lapkeu PTST dan PT SP tidak beres;  Laporan Keuangan disusun berdasar tata cara tertentu sesuai standar akuntansi yang berlaku di Indonesia dan ini yang akan berubah. Untuk itu harus hati-hati karena akan bisa mengakibatkan perubahan angka; Semua informasi dalam laporan keuangan dicatat dan dimuat secara lengkap dan benar (accuracy and complet­ment). Tidak ada yang tidak benar dan disembunyikan; Ber­tanggung jawab terhadap sistem pengendalian intern di SGG.  
 
Sebagai hasil dari suatu proses akuntansi yang menyajikan neraca perusahaan, laporan laba/rugi, neraca arus kas, sumber dana dan penggunaannya antara tiga perusahaan, dibutuhkan eliminasi beberapa pos anggaran untuk disesuaikan. ”Laporan Keuangan merupakan  bagian  tidak terpisahkan dalam laporan tahunan dan ini merupakan issue kita,  problem kita sehingga harus didukung oleh semua grup,” jelasnya.

Copyright © Semen Gresik . All rights reserved. / Privacy Policy