Seiring membaiknya ekonomi dan maraknya konstruksi properto serta infrastruktur mendongkrak permintaan semen. Alhasil di triwulan pertama 2010 lalu, penjualan semen meningkat signifikan ketimbang periode yang sama tahun lalu.
Ketua Asosiasi Semen Indonesia (ASI) Urip Timuryono mengatakan, pada kuartal I-2010 konsumsi semen domestik mencapai 9,7 juta ton. Konsumsi sebanyak ini naik 16,86% dibanding kuartal I 2009 sebesar 8,3 juta ton. Dari konsumsi di kuartal I lalu, ”Lebih dari 50% masih didominasi konsumsi proyek swasta, ”kata Urip di Jakarta, Jumat (16/4). Adapun konsumsi semen proyek pemerintah masih kecil. Sebab, seperti biasa, di kuartal I proyek-proyek pemerintah memang masih dalam tahapan persiapan.
Ke depan, konsumsi semen nasional masih berotensi terus meningkat. Sebab, biasanya konsumsi semen akan mencapai puncaknya di kuartal II dan III dimana pemerintah merealisasikan proyek-proyek infrastrukturnya. Urip optimistis, konsumsi semen di semester I-2010 akan lebih baik ketimbang periode yang sama tahun lalu. ”Semester I-2009 konsumsi semen turun drastis sehingga tahun ini dipastikan akan lebih baik,”imbuhnya.
Tahun ini, konsumsi semen akan meningkat sekitar 6% menjadi 40,7 juta ton. Biasanya, konsumsi semen semester II memang lebih tinggi ketimbang semester I karena, selain proyek pemerintah, datangnya musim hujan juga membuat permintaan semen naik.
API optimistis konsumsi semen domestik sepanjang tahun ini lebih tinggi dibanding tahun lalu. Jika di 2009 konsumsi semen domestik mencapai 38,4 juta ton, maka tahun ini API meperkirakan konsumsi akan naik sekitar 6% menjadi 40,7 juta ton.
Dengan kenaikan konsumsi semen domestik itu, ASI memperkirakan tingkat utilisasi industri semen nasional akan meningkat dari 80% di 2009 menjadi 85%-90% tahun ini. Ini berarti, produksi semen nasioanl tahun ini bisa mencapai 44 juta ton atau menyamai angka produksi 2008.
Pengamat properti Century 21 Pertiwi Ali Hanafia mengatakan, proyek properti swasta menjamur seiring penurunan suku bunga dan penguatan rupiah. Alhasil permintaan properti tahun ini naik.
Dalam hitungan Ali, pada kuartal I saja, sektor properti tumbuh 30% ketimbang periode yang sama tahun lalu. Makanya, konsumsi semen sektor swasta ke depan masih akan naik. Bahkan, Ali memprediksi, di kuartal II dan seterusnya konsumsi semen sektor swasta masih mendominasi. ”Konsumsi semen sektor swasta masih 50%-75% dari total konsumsi semen nasional,” ujarnya.