Persaingan Pasar Semen Makin Kompetitif

Manajemen PT Semen Gresik Tbk tak khawatir terhadap berkurangnya pangsa pasar produknya, menyusul masuknya investor China yang berencana membangun empat pabrik semen di wilayah Kalimantan dan Papua.

Direktur keuangan PT Semen Gresik Ahyanizzaman mengatakan, masuknya investor asal China membuat persaingan pasar semen didalam negeri semakin ketat, namun kebutuhan semen terus meningkat dari tahun ke tahun.

“Masuknya investor China tidak serta-merta membuat pasar semen berubah, masih perlu waktu cukup  lama agar produk itu diterima konsumen. Belum lagi penyiapan lahan dan infrastruktur pendukungnya,” ujarnya. Ahyanizzaman mengemukakan hal itu menaggapi rencana China untuk membangun empat pabrik semen di Kalimantan dan Papua dengan total nilai investasi 2,35 milyar dolar AS.

Ahyanizzaman yang ditemui usai menghadiri khitanan massal PT Semen Gresik, menyatakan dukungannya terhadap pembangunan pabrik semen tersebut, karena semakin besarnya pertumbuhan konsumsi semen dalam negeri dalam beberapa tahun kedepan.

Sebagai penguasa sekitar 45 persen pangsa pasar semen nasional, PT Semen Gresik telah berancang-ancang untuk membangun pabrik baru dalam mengantisipasi naiknya kebutuhan semen di dalam negeri.

“Setelah menyelesaikan proyek pabrik semen di Tuban dan Makassar, kami juga berencana membangun dua pabrik baru di Pulau Jawa dan Sumatera untuk menambah kapasitas produksi yang sudah ada saat ini,” katanya.

Ia menjelaskan, dua pabrik semen baru tersebut masing-masing berkapasitas 2,5 juta ton pertahun, seperti halnya pabrik di Tuban dan Makassar yang akan selesai tahun depan.

“Kami juga telah menyiapkan dana untuk investasi kedua pabrik tersebut, baik dari dana internal perusahaan maupun pinjaman sindikasi dari perbankan. Tahun 2011, kami siapkan belanja modal sekitar Rp5 triliun dan tahun 2012 naik menjadi Rp8 triliun-Rp9 triliun,” katanya.

Copyright © Semen Gresik . All rights reserved. / Privacy Policy