Produksi Semen Diprediksi Tembus 54 Juta Ton

Produksi semen nasional pada 2012 diprediksi mampu menembus 54 juta ton. Angka itu bakal tercapai menyusul ekspansi yang dilakukan oleh beberapa produsen semen nasional segera beropasi pada 2012.

Ketua Asosiasi Semen Indonesia (ASI) Urip Trimuryono mengatakan, dengan kapasitas produksi sebesar itu, diharapkan permintaan semen domestik bisa meningkat. “ Cita-citanya, semua terserap di pasar lokal. Jadi di eksplor dilakukan kalau ada yang tidak terserap. Tahun depan, kami menargetkan, impor semen sudah tidak ada,” Kata Urip di Jakarta, Senin(1/11).

Saat ini, lanjut dia, impor semen masih ada untuk memenuhi kebutuhan di Sumatera Utara da Aceh oleh PT Semen Andalas. “Mereka menimport dari pabriknya di Malaysia,” Ujarnya.

Tahun ini, dia menambahkan , produksi semen nasional diproyeksikan mencapai 42 juta ton naik sekitar 10% dibandingkan 2009 sebanyak 38 juta ton. “Satu pabrik semen local akan beroprasi di Jember. Kapasitasnya sebesar 300 ribu ton, “ Kata Urip.
 
Dia menerangkan, untuk membangun pabrik semen dibutuhkan investasi sebesar US$ 135 -175 per ton, tergantung peralatan mesin yang digunakan. Mesin produksi Tiongkok, ujar dia, membutuhkan dana yang lebih murah.
 
Sementara itu, CEO Bosowa Group Erwin Aksa mengatakan, pihaknya menargetkan produksi PT Semen Bosawa pada 2010 mencapai 2,5 juta ton. Sebanyak 1,9 juta ton dihasilkan dari pabrik Maros dan 600 ribu ton dari Batam.
    
Harga Turun
 
Disisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, indeks harga perdagangan besar (IHPB) atau indeks harga grosir (agen) untuk bahan bangunan (konstruksi) pada Oktober 2010 naik sebesar 0,26%$ dibandingkan bulan sebelunya. Hal itu dipicu oleh kenaikan harga bangunan dari kayu (0,66%), barang galian segala jenis (0.50%), alat pertukangan dari logam  (0,33%), serta barang dari besi dan baja dasar. Sedangkan harga bahan bangunan dari logam, semen , serta kertas dan sejenisnya justru turun.

Menurut data BPS, harga barang bangunan dari logam turun 0,37%, semen turun 0,12%, sedangkan kertas dan sejenisnya turun 0,04%. Erwin menilai, penurunan harga semen disebabkan oleh pola pedagangan yang mengikuti kondisi permintaan pasar

Copyright © Semen Gresik . All rights reserved. / Privacy Policy