Pendanaan Proyek Semen Gresik

PT Semen Gresik Tbk (SMGR) membiayai sekitar 70% kebutuhan pendanaan dua proyek pabrik semen baru dan satu pembangkit listrik senilai US$ 785 dari pinjaman perbankan. Proyek tersebut sudah dimulai dari 2009.
 
“Sumber pendanaan proyek-proyek tersebut mencapai 70% berasal dari pinjaman bank, salah satunya dari PT Bank Mandiri Tbk. Sedangkan 30% biaya investasi berasal dari dana internal,” ujar Sekretaris Perusahaan Semen Gresik Sunardi Prionomurti di Jakarta, Rabu (17/3).
 
Menurut dia, pihaknya memperkirakan pengembangan dua pabrik semen baru di Pulau Jawa dan Sulawesi itu akan membutuhkan dana investasi sekitar US$ 670 juta. Sedangkan pembangunan pembangkit listrik 2x35 megawatt di Tonasa Sulawesi memerlukan pembiayaan US$ 115 juta.
 
“Semua proyek itu sesuai hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) kami,” imbuh Sunardi.
 
Selain itu, Semen Gresik juga tengah mengkaji investasi di PT Kertas Kraft Aceh. Namun, pihaknya masih mempelajari kelayakan proyek itu untuk pengembangan bisnis Semen Gresik ke depan. “Kertas merupakan salah satu bahan baku penting bagi kami. Karena itu, kami masih mengkaji rencana ekspansi ke Kertas Kraft Aceh,” kata dia.
 
Sejauh ini, perseroan belum dapat memperkirakan berapa kebutuhan dana untuk investasi tersebut. Jika transaksinya bersifat material, lanjut Sunardi, Semen Gresik harus menunggu persutujuan RUPS berikutnya. Pabrik kertas itu sekarang masih ditangani oleh Perusahaan Pengelolaan Aset (PPA) dan beberapa pihak terkait.
 
Kertas Kraft Aceh merupakan pabrik kertas yang memproduksi pembungkus semen. Operasional pabrik yang berlokasi di Aceh itu kini masih tersendat dan menghadapi masalah likuiditas.
 
Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) Irwandi Yusuf pernah menyampaikan, Semen Gresik telah menyatakan akan menyuntikkan dana segar ke Kertas Kraft Aceh.
Copyright © Semen Gresik . All rights reserved. / Privacy Policy