Rapat tahunan kedua Forum Humas BUMN berlangsung pada 18 - 19 April 2009 di Yogyakarta dan dihadiri oleh 175 orang peserta dari 75 BUMN. Dengan mengambil tema “Memantapkan Peran Humas Dalam Pencitraan BUMN”, diharapkan, Forum Humas BUMN menjadi salah satu upaya untuk menyatukan potensi dan kekuatan kehumasan dalam membangun komunikasi yang efektif guna membangun citra BUMN di mata masyarakat. Rapat tahunan kedua Forum Humas BUMN dibuka langsung oleh Sekretaris Kementrian Negara BUMN M. Said Didu.
Said Didu, mengharapkan agar Forum Humas BUMN mampu memberikan informasi kepada publik, mengkomunikasikan kepada masyarakat luas, dan para stakeholders, bahwa BUMN telah berubah menuju arah yang makin baik, sehingga akan terkikis stigma negatif yang selama ini melekat dan tertanam di benak masyarakat tentang kinerja BUMN.
Keberhasilan itu, menurut Said Didu bisa dilihat dari tahun ke tahun kinerja BUMN terus mengalami peningkatan yang signifikan, bahkan kinerja BUMN sekarang ini sangat membanggakan. Kalau melihat total aset dari 141 BUMN yang pada tahun 2004 masih sekitar Rp 1.247 triliun, pada tahun 2008 sudah meningkat menjadi 1.845 triliun, bahkan di tahun 2009 diprediksikan menjadi 2.040 triliun. Laba bersih BUMN di tahun 2004 baru mencapai Rp. 44,17 triliun, pada tahun 2008 mencapai Rp 75,35 triliun. “Kita sudah menjadi lebih besar,” katanya.
Kontribusi BUMN kepada Negara dalam bentuk dividen pun meningkat dari Rp 9,8 triliun di tahun 2004 menjadi Rp 29,08 triliun di tahun 2008. Sementara di pasar modal, kontribusi BUMN dalam mendinamisasi dan menarik investor juga amat signifikan. “Total kapitalisasi nilai saham 14 BUMN Terbuka per 31 Desember 2008 sebesar 32,97% dari kapitalisasi Bursa Efek Indonesia,” tuturnya.
Itu semua menunjukan cerminan makin membaiknya tata kelola dan tata operasi BUMN, yang pada akhirnya makin meningkatnya kontribusi BUMN terhadap pembangunan nasional. “BUMN telah menunjukan kesungguhan dan kerja keras untuk mampu menjadi soko guru terpenting dalam perekonomian nasional, Inilah yang harus dikomunikasikan kepada publik,” ujarnya bersemangat. Secara kualitatif kinerja BUMN juga lebih baik, dan itu diakui praktisi bisnis di luar BUMN, paparnya.
10 BUMN Pencetak Laba Terbesar Peningkatan kinerja BUMN dari tahun ke tahun memang sangat menggembirakan, hal ini bisa dilihat dari 141 BUMN yang ada di Indonesia, pada tahun 2008 sebanyak 118 BUMN yang membukukan keuntungan. Ada 10 BUMN yang mampu mencetak laba yang signifikan dan mendominasi dalam menyumbangkan laba bersih sebesar 80% dari total laba bersih BUMN pada tahun 2008 yaitu sebesar sekitar Rp 75,35 triliun. Keuntungan terbesar masih tetap disumbangkan oleh PT Pertamina (Persero), senilai Rp 30,195 triliun, sementara PT Telekomunikasi Indonesia labah bersihnya sebesar Rp 10,330 triliun, PT Bank Rakyat Indonesia sebesar Rp 5,958 triliun, PT Bank Mandiri Rp 5,347 triliun, PT Perusahaan Gas Negara Rp 2,349 triliun, dan PT Semen Gresik (Persero) Tbk. sebesar Rp 2,520 triliun, sementara disusul oleh PT Bukit Asam, PT Timah, PT Antam dan PT Pupuk Sriwijaya.
Sementara masih terdapat beberapa BUMN yang mengalami kerugian, namun dari tahun ke tahun BUMN yang rugi terus menurun jumlahnya. Pada tahun 2006 jumlah BUMN yang merugi sebanyak 38 BUMN, tahun 2007 ada sekitar 32 BUMN dan pada tahun 2008 menurun sejumlah 23 BUMN.