Gresik, 31 Maret 2009: Seratus limapuluh pasang pengantin dinikahkan secara massal oleh PT Semen Gresik. Mereka terdiri dari 25 pasang berasal dari Gresik dan 125 pasang atau sejumlah 300 orang berasal dari Surabaya yang pagi ini tampil dengan dandanan jas hitam, bersarung berpeci hitam, semuanya serba baru.
Prosesi pernikahan diawali dengan pembacaan ayat suci Al Quran dan khutbah nikah, kemudian 4 orang penghulu masing-masing bersama 2 orang saksi secara simultan menikahkan pasang pengantin. Suasana berlangsung khidmad dalam tatapan mata keluarga pengantin, Kepala Kantor Urusan Agama, Camat, Lurah, Muspida dan Muspika setempat serta ribuan masyarakat yang menyaksikan. Peserta juga diarak diiringi musik hadrah
Peserta nikah massal juga diiringi gending-gending karawitan dan tari Karonsih dan campusari Semen Gresik. Peserta diantaranyanya berasal Kenjeran, Semampir, Wonokusumo, Sawahan, Putatjaya, Bulakbanteng, Kedurus, Tegalsari, Pegirian, Wonosaritegal, Ujung, Tambaksari, Gundih Lapangan, Dupak Magersari, Bubutan, Krembangan dan Kemayoran, Surabaya.
Peserta Gresik berasal dari Kedamean, Balongpanggang, Manyar, Kebomas, Cerme dan Kecamatan Gresik. Sementara itu Adi Suprijono asal Wonocolo, Surabaya merupakan peserta dengan usia termuda 21 tahun, sementara Imam Suwandi Tambaksari Jayabakti , Sukomanunggal merupakan usia tertua 65 tahun.
Sejak subuh rombongan 100 perias dan asistennya lengkap dengan seluruh perlengkapannya dari Paguyuban Perias Surabaya sudah siap LPK Kebonsari sudah siap mendadani para pengantin.
Tempat rias massal dilakukan di Sarana Olahraga Semen Gresik, sementara bus bus penjemput rombongan penganten dan keluarganya sudah berkumpul di Islamic Center dan Masjid Al Akbar Surabaya. Begitu pula sejak subuh puluhan bis tersebut juga dirias dengan aneka bunga.
Sementara 24 pengantin dari desa yang agak jauh dari Semen Gresik diinapkan di sebuah hotel di Gresik agar tidak terjebak kemacetan lalulintas.
Pertamakali, terbesar
Tujuan acara yang baru pertamakali dilakukan PT Semen Gresik ini dan sepanjang sejarah merupakan terbesar jumlah pengikutnya di Gresik adalah upaya Perusahaan peduli terhadap warga sekitar terutama agar status pernikahan mereka dilindungi hukum sehingga bila mereka mempunyai keturunan (anak) akan mempunyai status resmi.
Kelengkapan akte nikah merupakan unsur penting selama mereka mengarungi bahtera rumah tangga dengan segala aktivitasnya. Tujuan acara ini juga untuk mendorong perusahaan lain di Gresik melakukan hal serupa sekaligus merekatkan hubungan antara perusahaan dengan masyarakat.
Direktur Utama SG, Dwi Soetjipto, berharap pasangan yang berbahagia ini agar kelak menjadi keluarga sakinah dan mawadah serta makin mantab menjalani kehidupan karena dengan status kini banyak hal positif diperoleh. Prosesi ini disaksikan oleh Bupati Gresik, Robach Maksum dan jajaran Muspika Gresik serta puluhan tokoh masyarakat.