Kamis, 26 januari 2012
PT Semen Gresik (Persero) Tbk tahun ini mengalokasikan dana program kemitraan dan bina lingkungan (PKBL) senilai Rp180 miliar yang merupakan penyisihan 4% dari laba BUMN industri semen tersebut pada 2011.
Direktur Utama PT Semen Gresik (Persero) Tbk Dwi Soetjipto menyebutkan dana sebesar itu digulirkan terhadap para pelaku usaha skala kecil menengah (UKM), selain untuk perbaikan sarana dan prasarana perdesaan serta beasiswa.
"Total dana yang kami alokasikan untuk PKBL tahun ini mencapai Rp180 miliar dari penyisihan 4% atas laba perseroan pada 2011 senilai Rp3,9 triliun," ujarnya di sela-sela penganugerahan UKM Award Semen Gresik 2011 hari ini.
Kegiatan tahunan itu menyediakan hadiah/uang pembinaan senilai Rp180 juta terhadap 18 pemenang yang dibagi enam kategori (kepatuhan pengelolaan administrasi dan keuangan, kepatuhan angsuran dan kewirausahaan, kepedulian terhadap lingkungan, penyerapan tenaga kerja, pertumbuhan perdagangan dalam dan luar negeri serta wirausaha muda).
Setiap kategori dipilih 3 pemenang masing-masing memperoleh hadiah Rp15 juta, Rp10 juta dan Rp5 juta, selain dikukuhkan juara umum dengan hadiah Rp25 juta.
Dwi menambahkan penganugerahan UKM Award dimaksudkan untuk memotivasi para pelaku UKM agar meningkatkan kinerjanya, mengingat sektor usaha tersebut mampu berperan untuk pengembangan ekonomi daerah.
"Sebagai BUMN, kami selain mengucurkan dana pinjaman lunak kepada UKM mitra binaan, juga memberikan pelatihan usaha serta mengikutkan dalam pameran agar dapat memperluas akses pasar," tuturnya.
Program kemitraan UKM yang dilakukan Semen Gresik terbagi menjadi ring I dan ring II, dimana ring I adalah UKM berlokasi di sekitar pabrik dan ring II di wilayah provinsi. BUMN tersebut juga bekerjasama dengan pemerintah provinsi guna mencari UKM yang perlu dibina.
Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf menyebutkan kontribusi UKM mencapai 54% terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) Jawa Timur, sehingga peran sektor usaha tersebut perlu terus didorong a.l. melalui program PKBL yang dilakukan BUMN.
"Tanpa peran UKM, perekonomian Jawa Timur bisa ambruk," paparnya.