Setelah empat bulan lamanya, bersimbah peluh, bergelut dengan panas terik mentari, menanam benih padi,dengan penuh ketelatenan, merawat, menjaga dengan penuh ketekunan dan totalitas, hari ini terbayar sudah jerih payah itu semua dengan hamparan bulir-bulir padi menguning saat panen raya tiba.
Wajah-wajah sumringah dan penuh kepuasan terlihat jelas pada diri para petani yang hadir dalam acara Panen Perdana Program Ketahanan Pangan, Proyek Usaha Tani Tanaman Padi melalui Kegiatan Demontrasi Area Agribisnis Tanaman Padi Teknologi Pengelolaan Tanaman Terpadu kerjasama PT. Semen Gresik(Persero)Tbk. dengan Badan Penyuluhan Pertanian dan Ketahanan Pangan (BP2KP) Kab. Tuban.
Bertempat Balai penyuluhan SG yang bersebelahan dengan keramba Semen Gresik, selasa, 14 Juli 2009, berlangsung acara Panen Padi Perdana Program Ketahanan Pangan. Acara yang berlangsung sederhana ini dihadiri oleh manajemen PTSG yang diwakili oleh Prasetyo Utomo, Kadiv. Produksi Bahan Baku, Hartono, Kadiv. Produksi Terak, Sugianto AK., Kasi. Bina Lingkungan Tuban dan Mudjito, Ka. BP2KP Kab. Tuban. Hadir pula beberapa perwakilan dari kelompok-kelompok tani penerima bantuan dalam Program ketahanan pangan ini.
“Atas nama Bupati Tuban, kami mengucapkan terima kasih kepada pihak Semen Gresik yang yang secara nyata memberikan bantuan dan fasilitas dalam program ketahanan pangan ini, sehingga dapat terlaksana dari awal pembibitan hingga panen dan memperoleh hasil yang memuaskan” kata Mudjito dalam sambutannya. Bantuan yang diberikan PTSG untuk Petani Program Ketahanan Pangan antara lain;
1. Pupuk Urea 200 kg/Hektar;
2. Pupuk Phonska 300 kg/Hektar;
3. Benih Varietas Ciherang 45 kg/Hektar, program ini melibatkan 198 petani dari 4 desa di sekitar pabrik di lahan seluas 100 hektar .
Senada itu, Soleh perwakilan dari Petani mengucapkan terima kasih kepada PTSG dan BP2KP atas bantuan dan pendampingannya selama pembibitan, perawatan hingga panen. “kami berharap hubungan antara petani dan PTSG terus berlanjut, Semen Gresik semakin jaya dapat memberikan kontribusi untuk meningkatkan kemampuan ekonomi dan teknologi pertanian bagi para petani”, sambung Soleh.
Panen yang dihasilkan setelah adanya Proyek Tani Tanaman Padi melalui kegiatan Demontrasi Area Agribisnis Tanaman Padi Teknologi Pengelolaan Tanaman Terpadu mengalami peningkatan sebesar 27,7%, dimana pada tahun 2008 hasil panen padi rata-rata per hektar adalah 6,5 ton meningkat menjadi 8,3 ton dan hasil panen tertinggi mencapai 10,56 ton. “Pogram ini juga memberikan kontribusi yang besar pada progam swa sembada beras di kabupaten Tuban serta keberhasilan kabupaten Tuban memperoleh penghargaan P2BN (Peningkatan Produksi Beras Nasional)” tutur Mudjito. Penghargaan P2BN adalah penghargaaan yang diberikan Pemerintah bagi daerah yang mengalami peningkatan produksi beras diatas 5%.
Siang itu dibawah terik matahari ditengah areal persawahan tampak wajah-wajah para petani dengan senyum mengembang menyambut kedatangan para undangan yang akan melakukan prosesi panen secara simbolis dengan pemotongan padi yang dilakukan oleh Prasetyo Utomo, Hartono dan Mudjito. “Kami bangga dan berterimakasih kepada SG dan BP2KP karena berkat bantuan dan ketelatenannya dalam membimbing kita selama ini sehingga memperoleh hasil panen yang memuaskan”, ujar karsadi, salah satu petani penggarap.
“Program ketahanan pangan ini bertujuan untuk mensukseskan Program Ketahanan Pangan Nasional yang dicanangkan oleh pemerintah, sekaligus wujud kepedulian PTSG terhadap masyarakat sekitar, agar masyarakat dapat semakin mandiri secara ekonomi juga memberikan pengetahuan teknologi pertanian yang tepat guna sehingga potensi pertanian bisa terus maju dan berkembang” pungkas Sugianto di akhir acara.