Belum Berencana Naikkan Harga
PT Semen Gresik Tbk kembali mengencangkan ikat pinggang dengan memangkas beberapa pengeluran guna meningkatkan efisiensi dilini produksinya. Sepanjang Sembilan bulan pertama 2011, produsen semen terbesar di Indonesia ini mampu mencatatkan penjualan sebesar 14,1 juta ton dengan pangsa pasar penjualan semen mencapai 43 persen.
“Penjualan kita fokuskan di dalam negeri,” ujar Dirut PT SG Dwi Soetjipto kepada pers di sela-sela RU PS Luar Biasa PT SG di Jakarta, kemarin (19/10). Dwi Soetjipto menuturkan, penjualan domestic hingga September 2011 sudah mencapai 14 Juta Ton, atau naik Sembilan dibanding periode yang sama tahun lalu. Sementara penjualan ekspor hanya tercatat sebesar 100 ribu Ton, turun 34 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
“Penjualan tahun ini lebih difokuskan pada pemenuhan kebutuhan domestic. Maka, wajar jika penjualan ekspor turun signifikan,” Imbuh Dwi. Adapun, pendapatan perseroan di kuartal ketiga ini tercatat naik 12 persen. Ia mengakui di kuartal ketiga ini, margin laba bersih terkoreksi cukup banyak, Karena tingginya biaya produksi. “biaya produksi naik karena batu bara dan listrik naik tetapi harga jual tidak bisa naik” ujar Dwi.
Dari awal tahun biaya produksi meningkat sekitar 8 – 10 persen, sedangkan harga semen tidak bisa begitu saja dinaikkan karena mempertimbangkan persaingan. Untuk mengurangi koreksi dari margin laba bersih karena tingginya biaya produksi, PT SG berupaya untuk meningkatkan efisiensidan efektifitas dengan pengadaan operasi produksi yang stabil, operasi di kapasitas yang optimum, serta mengkonversi energy.
“Selain itu kami mengupayakan penggunaan bahan bakar alternatif yang hemat energi sehingga dapat memangkas biaya untuk keperluan energi,” ujar Dwi. Perseroan belum berencana menaikkan harga karena persaingan antar sesama produsen smam yang cukup ketat. Harga jual yang belum naik pun membuat margin keuntungan perseroan turun. Meski begitu, Dwi tetap optimistis perseroan dapat meraih target.
Dalam RUPS Luas Biasa , pemegang saham PT SG menyetujui pemberhentian Direktur keuangan Iwan Suarly terhitung berakhirnya masa jabatan selaku direktur keuangan sejak 28 September 2011. Penggantinya, akan ditetapkan pada RUPS yang akan datang.