Prestasi SG semakin gemilang. Setelah termuat di majalah bisnis ibukota, Swa, sebagai perusahaan yang menguntungkan pemegang sahamnya, kini SG berhasil mempertahankan anugerah Solo Best Brand Index 2010.
Harian umum Solopos kembali menggelar survei untuk yang ke-10 kalinya. Survei ini mencari merek terbaik berbagai produk barang dan jasa yang beredar di kawasan Solo raya. Survei bertajuk “Solo Best Brand Index” (SBBI) ini merupakan sebuah survei tahunan yang bersifat independen. Tujuannya untuk memberi acuan bagi produsen yang ingin masuk ke Solo Raya.
Melalui SBBI 2010, produsen bisa mengukur mana merek terbaik di mata konsumen Solo hingga mengetahui seberapa besar kekuatan kompetitor. Survei rutin tahun ini diharapkan dapat digunakan sebagai panduan bagi pelaku usaha dalam mengembangkan strategi pemasaran untuk mengatasi kompetisi bisnis yang ketat.
Survei SBBI mewakili sikap konsumen lokal. Berbeda dengan survei merek terbaik nasional yang sering digelar. Survei tersebut belum tentu mewakili sikap konsumen lokal. Survei konsumen lokal banyak dipengaruhi dari situasi dan kondisi daerahnya. “Pada survei SBBI 2010, Solopos menghadirkan sikap konsumen lokal Solo raya yang belum tentu sama dengan sikap konsumen dalam skala nasional,” ujar Ma’ruf Ma’sum, Ketua Panitia SBBI 2010 dalam pembukaan SBBI, 29 Juni lalu di Solo.
Survei SBBI mengadopsi sebuah model perilaku konsumen yang menggambarkan tingkat kesetiaan, kepercayaan, kepuasan pada merek. Reputasi merek, sikap konsumen pada iklan dan pangsa pasar produk.
SBBI melakukan survei sejak Maret-Mei 2010 terhadap 62 produk dengan total 8.978 responden. 62 produk dibagi menjadi 6 kategori. Yakni, kebutuhan rumah tangga; rokok dan otomotif; elektronik dan perlengkapan rumah tangga; service; farmasi; serta informasi dan teknologi. Pada kategori elektronik dan perlengkapan rumah tangga, kategorinya masih dibagi lagi menjadi lemari es; air condition (AC); radio tape; televisi CRT; televisi LCD dan plasma; cat rumah; furniture knockdown dan kategori semen.
Tahun ini, SG berhasil mempertahankan peringkat pertama selama 2 tahun berturut-turut. Padahal sejak tahun 2006-2008, SG masih berada di peringkat kedua dan ketiga. Sejak 2009, SG berhasil menduduki tingkat puncak. Tahun ini, nilai SBBI SG mencapai 194,07. Para kompetitornya hanya mencapai 185,89 dan 61,76 poin. Anugerah SBBI diterima oleh Harry Soebagyo mewakili Divisi Pengembangan Pemasaran SG pada 29 Juni lalu.
Bambang Natur Rahadi Direktur Pemasaran Solopos mengatakan, “Ini merupakan potret perilaku, sikap dan konstelasi masyarakat Solo dalam memilih produk-produk yang mereka pilih. Ini merupakan peluang bisnis bagi produsen untuk mengkomunikasikan produk dan fungsional dari produknya agar pesaing dan rival tidak menyalip.”