Produsen semen nasional PT Semen Gresik (persero) Tbk, tetap berkeinginan membangun pabrik barunya di daerah Jateng.
Sekretaris Perusahaan PT Semen Gresik (persero) Tbk, Sunardi Prionomurti mengatakan, sesuai schedule-nya pendirian pabrik baru didekatkan dengan customer seperti di Pati Jateng.
"Pada intinya PT Semen Gresik tetap berkeinginan mendirikan pabrik di wilayah Jateng tapi jika tidak ada dukungan masyarakat setempat kami akan bergeser ke daerah lain," ujarnya kepada beritajatim.com, Senin (30/8/2010).
Menurut Sunardi Prionomurti, keberadaan pabrik semen baru sangat mendesak. Pasalnya, selama ini baru tiga produsen semen yang menguasai market semen nasional. Ketiga produsen itu adalah PT Semen Gresik (persero) Tbk, PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (Tiga Roda), dan PT Semen Holcim Indonesia Tbk.
"Sekarang ini volume demand semen secara nasional pada 2010 diperkirakan mencapai 23,35 juta ton. Angka ini naik dibanding tahun lalu yang mencapai 21 juta ton. Khawatirnya jika tidak segera dibangun pabrik baru demand semen secara nasional bakal mengalami defisit," paparnya.
Sebagai antisipasinya lanjut Sunardi Prionomurti, Semen Group (SG) telah membangun 2 pabrik baru yang berlokasi di Tuban dan Pangkep Makasar dengan nilai investasi USD 600 juta.
"Kedua pabrik baru memiliki kemampuan produksi 2,5 juta ton per tahun. Padahal, konsumsi semen secara nasional mencapai 40 juta ton per tahun," tuturnya.
Mengenai ada keinginan PT Semen Gresik melirik daerah Rembang sebagai alternatif jika pembangunan pabrik di Pati tidak terealisasi. Dijelaskan Sunardi Prionomurti, semua itu masih dalam kajian tapi pada intinya manajemen Semen Gresik tetap berkeinginan membangun pabriknya di Pati Jateng.
"Pabrik di Pati tetap menjadi prioritas utama kendati di daerah tersebut masih ada masyarakat yang pro dan kontra terkait dengan pabrik semen baru disana," ungkapnya.