”Ditengah krisis global yang melanda dunia, dan lapangan kerja kian sempit, maka kemantapan dan kesiapan untuk berwira usaha adalah suatu keharusan.”
Salah satu upaya menciptakan SDM agar siap untuk menjawab tantangan di tengah carut-marut kondisi ekonomi, semakin maraknya PHK dan semakin surutnya dunia usaha, SG sebagai perusahaan negara, sekaligus sebagai perusahaan publik mempunyai tanggungjawab, untuk ikut berperan serta secara aktif memberikan pengetahuan dan ketrampilan dalam mempersiapkan serta menumbuhkan jiwa wirausaha bagi masyarakat, khususnya di lingkungan dimana perusahaan berdiri.
Menurut Faf Adisamsul, Kabag PKBL, banyak Program-program Pelatihan Kewirausahaan dan Ketrampilan secara periodik yang telah dilakukan oleh SG, antara lain; Pelatihan Kewirausahaan Bagi Santri, Alumnus dan Jama’ah Pondok Pesantren; Pelatihan Ketrampilan Batik Kontemporer; Pelatihan Pembuatan Tempe; Pelatihan Gerabah Seni; dan beragam Pelatihan lainnya.
Pada 15-19 April 2009 lalu, SG bekerjasama dengan Ponpes ”Sunan Bejagung” Bejagung Tuban, menyelenggarakan Program Pendidikan dan Pelatihan Wira Usaha bagi Santri dan Alumnus Ponpes. Pelatihan ini diikuti 150 orang yang terbagi dalam 5 angkatan. Para peserta tersebut merupakan santri, alumnus dan jama’ah dari Ponpes ”Sunan Bejagung”.
Program ini bertujuan untuk menciptakan kemandirian berwirausaha di kalangan pondok pesantren (bagi santri, alumnus dan jama’ah Ponpes), pemberdayaan masyarakat alumni pondok pesantren dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi mikro, yang pada akhirnya dapat melahirkan UKM—UKM baru yang berasal dari lingkungan pondok pesantren. Pelatihan yang bertempat di Ponpes “Sunan Bejagung” Tuban ini dibuka secara resmi pada Rabu, 15 April 2009 dan dihadiri oleh Sugianto A K, Kasi. Bina Lingkungan Tuban, mewakili Manajemen SG dan KH. Abdul Matin sebagai Pengasuh Ponpes “Sunan Bejagung” Tuban.
Dalam sambutannya Sugianto A K mengatakan bahwa, SG sebagai perusahaan milik negara mempunyai tanggung jawab untuk bersama-sama dengan lembaga sosial maupun pendidikan di masyarakat dalam hal ini Ponpes, untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas SDM sesuai dengan potensi yang ada di masyarakat. “Diharapkan langkah tersebut dapat membantu meningkatkan taraf hidup serta perekonomian masyarakat itu sendiri,” imbuhnya. Senada dengan itu KH. Abdul Matin mengucapkan terima kasih kepada SG yang begitu peduli dengan kondisi para santri dan jama’ah Ponpes “Sunan Bejagung.” “Mudah-mudahan ilmu yang diperoleh dari pelatihan ini dapat dijadikan bekal bagi para santri agar suatu saat nanti bisa mandiri secara ekonomi sebelum akhirnya terjun ke masyarakat untuk menjalankan syiar agama,” harapnya.
Selama pelatihan ini para peserta memperoleh materi pelatihan yang meliputi; Produksi, Kewirausahaan, Pengelolaan Keuangan, Pemasaran dan Bussines Plan. Selain itu para santri akan memperoleh pengetahuan untuk memilih bidang apa atau usaha apa yang akan ditekuni. Diharapkan pelatihan ini dapat membentuk sikap mental wirausaha yang gigih dan pantang menyerah. Selain itu para peserta juga diberi kesempatan untuk mengetahui minat, potensi diri serta mempunyai motivasi untuk berwirausaha mulai dari sekarang.