PT Semen Tonasa terus berkomitmen dalam mengusai pangsa pasar semen di Indonesia Timur. Demi mencapai target produksi sebesar 6 juta ton per tahun, PT Semen Tonasa membangun pabrik V yang diperkirakan dapat memproduksi semen sebanyak 2,5 ton pertahun untuk menyokong kapasitas produksi pabrik Tonasa II, III dan IV yang selama ini memproduksi 3,480 juta ton per tahun.
Alasan dibangunnya pabrik Semen Tonasa V adalah masih banyaknya bahan baku semen (batu kapur & tanah liat), diperkiraan jumlah bahan baku sebanyak 1.351,5 juta ton batu kapur dan 152,4 juta ton tanah liat. Bahan baku dapat dimanfaatkan lebih dari 100 tahun, biaya produksi semen juga relatif murah karena melimpahnya bahan baku di sekitar lokasi pabrik. Perluasan kapasitas, penambahan produksi, peningkatan sistem manajemen dan penggunaan kapal curah juga dapat minimalisir biaya. Untuk menyokong energi dari pabrik baru ini, Semen Tonasa juga menyiapkan pembangunan pembangkit listrik dengan kapasitas 2 x 35 MW, demikian seperti dijelaskan Direktur PT Semen Tonasa, Sattar Taba dalam konferensi pers (24/10) di Pangkep, Sulawesi Selatan.
Menurutnya dengan berdirinya pabrik V ini diharapkan tahun 2011 PT Semen Tonasa sudah menguasai 47% kebutuhan semen di wilayah Indonesia Timur dengan asumsi pertumbuhan 7-8 persen pertahunnya. Dengan nilai investasi sebesar $ 314 juta atau Rp 3 triliun (pembangunan Pabrik Tonasa V) ditambah proyek pendukung (Pembangkit listrik) sebesar $ 114 juta, diharapkan keuntungan perusahaan juga akan terus meningkat.
Di samping pembangunan dua proyek besar di atas, lanjut Sattar, Semen Tonasa berencana membangun pabrik pengantongan (Packing Plant) di 8 lokasi, empat di antaranya terletak di Papua yakni Jayapura, Timika, Sorong dan Manokwari yang masing-masing unit berkapasitas 300.000 ton per tahun dengan total investasi Rp 140 miliar. Selain itu tersebar dibeberapa tempat yakni Samarinda, Gorontalo, Palu dan Tarakan. Apabila seluruh rencana kita disetujui para pemegang saham maka ini akan memudahkan proses distribusi ke wilayah target pemasaran yang pastinya akan meminimalisir biaya transportasi.
Ditambahkan, peningkatan kapasitas produksi juga dilakukan lewat rekondisi pabrik Tonasa III dan IV. Diharapkan tahun 2015 total produksi bisa mencapai 8 juta ton per tahun. Untuk itu kami akan memperluas pelabuhan Semen Tonasa. Saat ini kedalaman antara 7 sampai 9 meter, diharap bisa mencapai kedalaman 15 meter agar bisa dipakai sandar kapal dengan bobot 75.000 ton dan memungkikan untuk kapal tujuan ekspor. Sattar menambahkan pendistribusian produk semen dalam bentuk kemasan ke wilayah Papua yang dilakukan menggunakan kapal kargo selama ini kurang efisien. Proses bongkar muat lama yakni 1,5 bulan untuk kapasitas 4.000 ton. Sementara itu pengiriman dengan kapal curah lebih rendah Rp 150.000 per ton dengan jangka bongkar muat 1,5 hari untuk kapsitas yang sama. “Kita berharap omzet Semen Tonasa Rp 2,3 triliun per tahun bisa meningkat menjadi 5 triliun pertahun.” Harapnya. Semen Tonasa dalam menyiasati seandainya pasar lokal lesu (permintaan semen menurun) tentunya kita akan ekspor ke negara yang selama ini tertarik dengan produk kita, seperti yang sebelum-sebelumnya Bangladesh, Afrika, USA dan lainnya. Untuk saat ini saja Semen Tonasa menguasai pasar Timor Leste, dengan pasokan 10.000 ton per bulan,” pungkasnya.