Catatan dari assessement GCG Semen Gresik tahun 2008 yang berhasil meraih predikat baik dengan skor 83,88 dari skor maksimal 100. Hasil yang mencerminkan sebuah kerja keras, kesungguhan, komitmen, dan kesadaran tinggi SG akan pentingnya implementasi GCG dalam perusahaan. Bertitik tolak dari capaian yang baik tersebut, SG sepakat untuk meningkatkan pengelolaan GCG lebih baik dalam Semen Gresik Group. Harapannya tentu saja keberhasilan perseroan meraih predikat excellent di tahun berikutnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, pada 23 April 2009, di Kantor ASI Jakarta dilakukan penandatangan Surat Keputusan Bersama (SKB) Direksi Semen Gresik Group.
Beberapa butir keputusan yang tertuang dalam surat tersebut diantaranya tentang: Pembentukan Tim Pengembangan Sistem dan Pengelolaan Manajemen Risiko SGG; Kebijakan Manajemen Risiko SGG; Pembentukan Tim Keuangan Group; Pembentukan Tim Control Self Assessment; serta Pembentukan Tim Pengendalian Biaya.
Pembentukan Tim Keuangan Group dimaksudkan untuk meningkatkan pengelolaan dan pengendalian keuangan perusahaan dan memaksimalkan fungsi keuangan di SGG secara menyeluruh. Pembentukan Tim Control Self Assesment (CSA) group sendiri bertujuan guna meningkatkan kualitas dan menjamin pelaporan keuangan yang dapat dipertanggungjawabkan melalui kegiatan CSA secara bersama dalam SG Group. Sedangkan Tim Pengendalian Biaya sebagai Tim yang membantu Direktur Keuangan SGG dalam melaksanakan pengendalian biaya di SGG.
Bukan hal yang mudah bagi SG untuk dapat meraih predikat baik untuk assesment GCG. Setidaknya ada lima aspek pengujian yang harus dipenuhi, diantaranya: 1) Hak dan tanggungjawab RUPS/Pemegang Saham; 2) Kebijakan GCG; 3) Penerapan GCG pada Komisaris, Komite Komisaris, Direksi, SPI dan Sekretaris Perusahaan; 4) Pengungkapan informasi (disclosur); dan 5) Komitmen.
Hasil Assessment GCG ini pun resmi diserahkan dari BPKP oleh Deputi kepala BPKP Arden Adi Perdana yang diterima oleh Dirut Dwi Soetjipto pada tanggal dan tempat yang sama dengan berlangsungnya penandatanganan SKB di atas.