SMGR Akiuisisi Tambang Batubara di Semester II-2012

JAKARTA. PT Semen Gresik Tbk (SMGR) semakin dekat dengan bisnis batubara. Produsen semen tersebut akan mengakuisisi satu kuasa pertambangan (KP) batubara di Provinsi Riau pada semester I tahun depan.

Menurut SMGR, konsesi tersebut ditaksir memiliki cadangan batubara sebanyak 16 juta ton. “ kami ingin ambil alih usaha itu guna memenuhi kebutuhan batubara pabrik di padang”, kata Erizal Bakar, Direktur Pengembangan Usaha dan Strategi Bisnis, di Jakarta, Rabu (28/29).

Erizal belum mengungkapkan detail akuisisi, kami masih melakukan studi”, ujar dia. Namun rencana akuisisi bisa memperbesar nilai belanja modal SMGR 2012.

Saat ini, SMGR masih menganggarkan US$ 600 juta untuk capital expenditure (capex) di tahun depan. Capex itu dialokasikan untuk menyelesaikan dua pabrik semen baru SMGR. Masing-masing adalah pabrik Tuban IV di Jawa Timur dan Tonasa V di Sulawesi Selatan.

Proyek lain yang sudah masuk ke perhitungan capex SMGR di 2012 adalah pembangkit listrik di Tonasa, Pabrik pengepakan. SMGR juga sudah mengalokasikan belanja modal untuk pengembangan sumber daya manusia dan pengembangan teknologi informasi.

Jika akuisis tambang batubara terealisasi, belanja modal SMGR bisa naik hingga berkisar  US$ 900 juta - US$ 1 miliar. Ahyanizzaman, direktur Keuangan SMGR menjelaskan, komposisi pembiayaan capex masih di hitung. “ kami perkirakan 60% capex dari kas internal. Sisa capex bisa di tutup dengan berbagai opsi, seperti penertiban obligasi atau pinjaman bank ,” ungkap Ahyanizzaman.

Saat ini, opsi penerbitan obligasi di nilai paling pas jika SMGR jadi mengakuisisi tambang batubara. Hitungan pengelola SMGR, nilai obligasi yang akan di terbitkan berkisar US$ 350 juta- US$ 500 juta dengan tenor 8 tahun. “ itu yang kami anggap skala ideal,” tambah Ahyanizzaman.

Skema pinjaman dari perbangkan akan di ambil guna memenuhi kebutuhan yang bersifat gradual, seperti pembangunan pabrik baru. SMGR sudah mengantongi tawaran kredit dari beberapa lembaga asal Eropa.

Nilai penawaran kredit yang diterima pengelola SMGR terbilang besar, berkisar dari US$ 500 juta hingga US$ 900 juta. Namun, SMGR belum menerima tawaran tersebut karena masih menunggu perhitungan ulang kebutuhan dana di 2012.

Di tahun ini, SMGR sudah mendapatkan fasilitas kredit sindikasi dari bank mandiri senilai Rp 3,16 triliun. Dari fasilitas tersebut, SMGR sudah memanfaatkan pinjaman senilai Rp 1,6 triliun. Pinjaman itu di gunakan untuk membiayai berbagai agenda ekspansi.
Dalam hitungan pengelola SMGR, nilai pinjaman yang terpakai dari fasilitas tersebut mencapai Rp 2 triliun perahir tahun ini. “ kontrak kredit tersebut memenag tiga tahun, sampai 2013 nanti, “ ujar Ahyanizzaman.

 

Copyright © Semen Gresik . All rights reserved. / Privacy Policy