JAKARTA, 28 JUNI 2011 - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Semen Gresik (Persero)Tbk. (SMGR) yang berlangsung di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan Jakarta, menetapkan penggunaan laba bersih Perseroan Tahun Buku 2010 sebesar Rp. 3,63 triliun antara lain pembagian deviden 50% sebesar Rp 1,82 triliun atau Rp 306,- per lembar saham yang diperhitungkan dengan dividen interim yang telah dibagikan sebesar Rp 344 milyar. Sementara sebesar Rp 1,68 triliun dialokasikan sebagai cadangan untuk pengembangan usaha Perseroan.
Pemegang saham juga menyetujui alokasi anggaran Program Kemitraan Tahun 2011 sebesar 1,85% atau Rp 67,2 milyar dan Program Bina Lingkungan Tahun 2010 sebesar 2% atau Rp 72,6 milyar.
RUPST pada hari ini juga menghasilkan keputusan sebagai berikut:
1. Menyetujui Laporan Tahunan mengenai keadaan dan jalannya Perseroan selama Tahun Buku 2010 termasuk Laporan Pelaksanaan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris selama Tahun Buku 2010, dan Pengesahan Laporan Keuangan Perseroan Tahun Buku 2010 sekaligus pemberian pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (volledig acquit et decharge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris atas tindakan pengurusan dan pengawasan Perseroan yang telah dijalankan selama Tahun Buku 2010.
2. Mengesahkan Laporan Tahunan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Tahun Buku 2010, sekaligus pemberian pelunasan dan pembebasan tanggung jawab (acquit et decharge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris atas tindakan pengurusan dan pengawasan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan yang telah dijalankan selama Tahun Buku 2010.
Perseroan pada tahun 2010 telah menyalurkan dana sebesar Rp 111,4 milyar yaitu Rp 33,7 milyar untuk hibah Pemberdayaan Sosial Masyarakat Rp. 64,5 milyar untuk pinjaman lunak dan Rp. 13,1 milyar untuk hibah pelatihan atau promosi mitra binaan. Jumlah ini secara keseluruhan naik sebesar 20,8% dibanding penyaluran dana tahun 2009.
Pemberdayaan potensi usaha masyarakatpun membawa dampak yang signifikan, yaitu jumlah mitra binaan tahun 2010 menjadi 14.409 unit dari 11.270 unit tahun 2009 atau naik 27,85%.
3. Menetapkan Tansiem (tantieme) Tahun Buku 2010, gaji untuk Direksi dan honorarium untuk Dewan Komisaris berikut fasilitas dan tunjangan lainnya untuk Tahun Buku 2011.
4. Menyetujui Penunjukan Kantor Akuntan Publik (”KAP”) untuk mengaudit Laporan Keuangan Perseroan Tahun Buku 2011 dan periode lainnya dalam Tahun Buku 2011 dan penunjukkan KAP untuk mengaudit Laporan Keuangan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Tahun Buku 2011.
Informasi Lainnya:
A. Didukung salah satu keunggulan Perseroan, yaitu lokasi pabrik di tiga kawasan strategis, Semen Padang di wilayah barat, Semen Gresik di tengah, dan Semen Tonasa di wilayah timur Indonesia, serta berfokus pada empat pengelolaan strategi yaitu Revenue Management, Cost Management, Capacity management dan Improving Competitive Advantage, Perseroan berhasil mencapai kinerja yang cukup baik, pada tahun 2010.
Tahun 2010 pendapatan Perseroan relatif sama dengan tahun 2009, hal tersebut dikarenakan total volume penjualan Perseroan mengalami penurunan sebesar 2,8% (domestik & ekspor). Penurunan penjualan tersebut disebabkan terhambatnya kegiatan produksi yang antara lain karena masih adanya pengaruh/dampak gempa di Padang Sumatera Barat, pemotongan tungku pembakaran (kiln cell) di Semen Tonasa serta pelaksanaan Debottlenecking Project di Semen Gresik.
Namun demikian, Ebitda margin Perseroan mengalami peningkatan dari 33,2% di tahun 2009 menjadi 34,6% tahun 2010, yang menunjukkan semakin meningkatnya efisiensi pengelolaan operasional Perseroan.
B. Proyek Strategis
SMGR bergerak di bidang industri semen dengan kapasitas produksi pada tahun 2010 sebesar 19 juta ton semen per tahun yang terdiri dari Pabrik Semen Padang (5.9 juta ton/ tahun), Pabrik Semen Gresik (9,0 juta ton/tahun) dan Pabrik Semen Tonasa (4,1 juta ton/tahun), dengan penguasaan pangsa pasar domestik sekitar 43%. Pada tahun 2011 SMGR menargetkan kapasitas produksi sebesar 20,2 juta ton per tahun.
Pada saat ini SMGR sedang menyelesaikan pembangunan dua pabrik semen baru di Tonasa dan Tuban, dengan nilai investasi total USD 594 juta, dan kapasitas produksi masing-masing sebesar 2,5 juta ton per tahun, serta pembangunan pembangkit listrik sebesar 2 x 35 MW untuk mendukung beroperasinya pabrik semen baru di Tonasa.
Hingga akhir Mei 2011, proyek pabrik semen baru di Tonasa mencapai sekitar 86% dan diperkirakan selesai pada akhir tahun 2011, sementara proyek pabrik semen baru di Tuban mencapai sekitar 87% dan diperkirakan selesai pada awal tahun 2012. Proyek pembangkit listrik di Tonasa mencapai sekitar 30% dan diperkirakan selesai pada akhir tahun 2012.
Untuk mendukung sarana distribusi, Perseroan saat ini telah memiliki 16 unit packing plant yang tersebar di seluruh wilayah indonesia, 3 unit diantaranya diselesaikan di tahun 2010. Direncanakan sampai tahun 2012 Perseroan akan menambah 4 unit packing plant baru.
C. Perseroan telah mengembangkan sistem informasi terintegrasi di seluruh anggota grup perusahaan untuk mendukung pencapaian visi dan strategi pengembangan usaha dengan menggunakan Enterprise Resources Planning SAP sebagai tulang punggung aplikasi teknologi informasi.