PT Semen Gresik Tbk (SMGR) menargetkan pendapatan pada tahun depan tumbuh 10-12 persen atau setara Rp 15,4-16,8 triliun dibanding perkiraan tahun ini sekitar Rp 14-15 triliun.
Direktur Utama Semen Gresik Dwi Soetjipto di Jakarta, Rabu mengatakan, seiring dengan pertumbuhan pendapatan, laba bersih pun diproyeksikan naik berkisar 8-10 persen atau berkisar Rp 4,2-4,27 triliun dibandingkan dengan perkiraan laba tahun ini sekitar Rp 3,89 triliun.
"Pertumbuhan laba bersih pada tahun mendatang ini hanya 'single digit' karena masih tertekan biaya yang cukup besar," katanya di sela Seminar Nasional dan Penganugerahan Indonesia Quality Award.
Pendapatan perusahaan semen terintegrasi pelat merah ini sepanjang sembilan bulan 2011 berhasil tumbuh 10 persen menjadi Rp 2,7 triliun dibanding periode yang sama 2010 sebesar Rp 2,52 triliun. "Naiknya pendapatan kami menjadi pemacu kenaikan laba perseroan," katanya.
Beban pokok perseroan hingga September 2011 mencapai Rp 6,3 triliun. Lalu, beban usaha mencapai Rp 1,8 triliun, namun masih memberikan pertumbuhan bagi laba usaha kelompok perusahaan semen terbesar di Indonesia itu menjadi Rp 3,4 triliun dari Rp 3,2 triliun.
"Aset perseroan saat ini mencapai Rp 17,8 triliun per kuartal III-2011, dibandingkan kuartal III-2010 sebesar Rp 15,5 triliun," kata Dwi.