PT Semen Gresik Tbk (SMGR) berupaya mengatasi keterbatasan kapasitas produksi di tahun ini. Produsen semen itu mengebut pembangunan pabrik barunya. Dwi Sutjipto, Direktur Utama Semen Gresik, menuturkan, anggaran belanja modal di 2011 adalah US$ 594 juta atau setara dengan 5 triliun. Seluruh anggaran capital expenditure (capex) tersebut untuk pemangunan pabrik baru saja. "Kami bangun di daerah Tonasa, Sulawesi Selatan, dan Tuban Jawa Timur," jelas Dwi, Senin, (27/6).
Kebutuhan dana sebesar Rp 3,16 triliun dipenuhi dengan fasilitas pinjaman dari Bank Mandiri. SGR menutup kebutuhan dana yang tersisa dengan kas internal.
Hingga akhir Mei kemarin, investasi yang dikucurkan SMGR untuk pembangunan pabrik mencapai Rp 2 triliun. Korporasi pelat merah ini memperkirakan pembangunan pabrik bru, rampung tahun depan. "Hingga akhir Mei, penyelesaian pabrik di Tonasa sudah 87%, sedangkan di Tuban baru 30%," papar dia.
Untuk menyokong kelanjutan proyek ini, dalam waktu dekat, SMGR akan kembali menarik fasilitaas kredit dari Bank Mandiri berkisar Rp 900 miliar-Rp 1 triliun. "Tahun lalu kami sudah menarik Rp 600 miliar," ujar Ahyanizzaman, Direktur Keuangan SMGR.
Semen Gresik menargetkan kapasitas produksinya bisa terkerek hingga 20,2 juta ton per tahun, dengan engoperasian kedua pabrik baru. Namun di tahun ini, SMGR mau tidak mau harus puas dengan kapasitas produksi yang sebesar 19 juta ton. itu sebabnya, pengelola emiten itu hanya menargetkan pertumbuhan pendapatan 10 %. Permintaan semen di tingkat nasional diperkirakan tumbuh 6%.
Pertumbuhan pendapatan juga diperkirakan mendapat sokongan dari proyek up grading pabrik Tuban yang akan menyumbng produksi 1,5 juta ton. "Sampai Juni ini, volume penjualan kami mencapai 9,2 juta ton-9,3 juta ton," imbuh Dwi.