Perkembangan Proyek De-bottlenecking
Pada Semester 1/2010 Perseroan melakukan peningkatan kapasitas produksi melalui de-bottlenecking projects, antara lain meliputi peningkatan kapasitas produksi terak di unit produksi Tuban II dan III masing-masing dari 7.800 ton terak per hari menjadi 8.200 ton terak per hari dan peningkatan kapasitas semen di unit produksi Indarung III, dari 110 ton semen per hari menjadi 130 ton semen per hari.
Sementara itu di Semester II/2010 Perseroan melakukan peningkatan kapasitas produksi terak di unit produksi Tuban I, dari 7.500 ton terak per hari menjadi 9.000 ton terak per hari.
Dengan selesainya aktivitas de-bottlenecking tersebut di atas, diharapkan pada tahun 2010 Perseroan mampu meningkatkan kapasitas desain-nya menjadi 19,5 juta ton semen per tahun dari 19,0 juta ton di tahun 2009.
Perkembangan Proyek Pabrik Baru dan Power Plant
Hingga pertengahan Agustus 2010, perkembangan proyek-proyek pabrik baru Perseroan sesuai target. Pabrik Semen Tuban IV mencapai 37%, sedangkan Pabrik Semen Tonasa V mencapai 41%. Diharapkan Pabrik Semen Tonasa V akan selesai pada akhir tahun 2011, sedangkan Pabrik Tuban IV diharapkan selesai pada kuartal 1/2012.
Hingga pertengahan Agustus 2010, perkembangan proyek pembangkit listrik di Tonasa, dengan kapasitas 2 x 35 MW, mencapai 5%. Proyek pembangkit listrik ini akan mampu menjamin pasokan energi listrik untuk pabrik Semen Tonasa sekaligus memberikan efisiensi biaya energi listrik.
Perkembangan CDM (Clean Development Mechanism)
a. Alternative Fuel
Hingga Semester I/2010, penggunaan bahan bakar alternative di pabrik-pabrik Perseroan dapat dilaporakan sbb:
- Semen Tonasa : Sekam padi dan kulit mente, mencapai 2% dari total kebutuhan konsumsi bahan bakar.
- Semen Gresik : Sekam padi, tobacco waste dan oil sludge telah mencapai 1,5% dari total konsumsi bahan bakar.
Ditargetkan hingga tahun 2012 penggunaan alternative fuel dapat mencapai 7,5%.
b. WHRG (Waste Heat Recovery Generation)
Hingga saat ini proyek WHRG di Semen Padang telah mencapai 45%, diharapkan pada akhir tahun 2011 proyek tersebut dapat dirampungkan dan mampu memproduksi energi listrik sebesar 8,4 MW.
Proyek CDM tersebut di atas merupakan salah satu komitmen Perseroan untuk terus meningkatkan kepedulian lingkungan, sekaligus meningkatkan efisiensi biaya operasi.