Meski banyak analis meramalkan, permintaan semen sepanjang tahun ini, tidak akan lebih baik daripada tahun lalu, PT Semen Gresik Tbk (SMGR), seolah tak terusik oleh ramalan itu. Hingga akhir Juli lalu, SMGR masih berhasil membukukan kenaikan penjualan semen domestik sebesar 1,57 juta ton atau naik 9,4% dibanding periode sama tahun lalu.
Kontribusi penjualan terbesar diberikan oleh Semen Gresik sendiri yakni sebesar 769.371 ton atau setara 49,07% dari total penjualan. Kontribusi terbesar kedua disumbangkan oleh PT Semen Padang sebesar 474.174 ton atau mengambil porsi 30,24%. Sedangkan kontribusi terendah diberikan oleh PT Semen Tonasa sebesar 324.490 ton atau setara dengan 20,69% dari total penjualan SMGR.
Meski Semen Tonasa memberi kontribusi terendah, tapi pertumbuhannya adalah yang tertinggi dibanding yang lainnya. Pertumbuhan penjualan Semen Tonasa hampir separuh pencapaian tahun lalu atau tepatnya naik 42,8% dari 227.310 ton. Sedangkan pertumbuhan penjualan Semen Padang sebesar 8,5% dan penjualan Semen Gresik sendiri, hanya tumbuh 0,1% dibandingkan akhir Juli 2008.
Agung Wiharto, Hubungan Investor SMGR menerangkan, penyebab pesatnya penjualan domestik Semen Tonasa adalah pada periode yang sama tahun lalu, unit produksinya sempat bermasalah. Saat ini Tonasa sudah berfungsi secara maksimal. Secara bersamaan, konsumsi semen di wilayah mereka juga meningkat, tutur Agung, saat dihubungi KONTAN, Senin (17/8).
Lihat saja, konsumsi semen di wilayah Provinsi Sulawesi, periode Januari hingga Juli 2009 sebesar 1,64 juta ton atau naik 9,7% dibanding periode sama tahun lalu. Pada saat yang sama, penjualan semen di wiliyah Jawa dan Sumatra masih mengalami penurunan dibanding 2008.
Secara nasional, konsumsi semen khusus Juli saja, mencetak kenaikan sebesar 2,8% atau mencapai 3,51 juta ton. Bila diakumulasi sejak Januari hingga Juli 2009, total konsumsi semen mencapai 21,08 juta ton. Konsumsi itu, masih lebih rendah 5,5% dibandingkan dengan pemakaian semen selama periode yang sama tahun lalu.
Agung menambahkan SMGR cukup beruntung, lantaran konsumsi semen di wilayah produksinya masih mengalami peningkatan. Kami optimistis kondisi ini akan terus meningkatkan kinerja perseroan sampai akhir tahun, tandas Agung.Meski banyak analis meramalkan, permintaan semen sepanjang tahun ini, tidak akan lebih baik daripada tahun lalu, PT Semen Gresik Tbk (SMGR), seolah tak terusik oleh ramalan itu. Hingga akhir Juli lalu, SMGR masih berhasil membukukan kenaikan penjualan semen domestik sebesar 1,57 juta ton atau naik 9,4% dibanding periode sama tahun lalu.
Kontribusi penjualan terbesar diberikan oleh Semen Gresik sendiri yakni sebesar 769.371 ton atau setara 49,07% dari total penjualan. Kontribusi terbesar kedua disumbangkan oleh PT Semen Padang sebesar 474.174 ton atau mengambil porsi 30,24%. Sedangkan kontribusi terendah diberikan oleh PT Semen Tonasa sebesar 324.490 ton atau setara dengan 20,69% dari total penjualan SMGR.
Meski Semen Tonasa memberi kontribusi terendah, tapi pertumbuhannya adalah yang tertinggi dibanding yang lainnya. Pertumbuhan penjualan Semen Tonasa hampir separuh pencapaian tahun lalu atau tepatnya naik 42,8% dari 227.310 ton. Sedangkan pertumbuhan penjualan Semen Padang sebesar 8,5% dan penjualan Semen Gresik sendiri, hanya tumbuh 0,1% dibandingkan akhir Juli 2008.
Agung Wiharto, Hubungan Investor SMGR menerangkan, penyebab pesatnya penjualan domestik Semen Tonasa adalah pada periode yang sama tahun lalu, unit produksinya sempat bermasalah. "Saat ini Tonasa sudah berfungsi secara maksimal. Secara bersamaan, konsumsi semen di wilayah mereka juga meningkat," tutur Agung, saat dihubungi KONTAN, Senin (17/8).
Lihat saja, konsumsi semen di wilayah Provinsi Sulawesi, periode Januari-Juli 2009 sebesar 1,64 juta ton atau naik 9,7% dibanding periode sama tahun lalu. Pada saat yang sama, penjualan semen di wiliyah Jawa dan Sumatra masih mengalami penurunan dibanding 2008.
Secara nasional, konsumsi semen khusus Juli saja, mencetak kenaikan sebesar 2,8% atau mencapai 3,51 juta ton. Bila diakumulasi sejak Januari-Juli 2009, total konsumsi semen mencapai 21,08 juta ton. Konsumsi itu, masih lebih rendah 5,5% dibandingkan dengan pemakaian semen selama periode yang sama tahun lalu.
Agung menambahkan SMGR cukup beruntung, lantaran konsumsi semen di wilayah produksinya masih mengalami peningkatan. "Kami optimistis kondisi ini akan terus meningkatkan kinerja perseroan sampai akhir tahun," tandas Agung.