Tahun 2009 diperkirakan para pengamat ekonomi sebagai tahun tersulit akibat dari dampak buruk krisis financial yang dimulai dari Amerika Serikat pada akhir tahun lalu. Oleh karenanya mengawali aktivitas tahun baru kali ini SG bekerjasama dengan Forum Komunikasi Satuan Pengawas Intern (FKSPI) BUMN se Jatim menyelenggarakan sarasehan SPI yang memiliki arti penting dalam menghadapi tantangan sulit perusahaan ke depan. Pada kesempatan itu Dirut Dwi Soetjipto mengingatkan untuk mengubah paradigma lama, bahwa SPI tidak hanya sebagai watch dog (anjing pelacak) tetapi agar menjadikan SPI sebagai strategic partner yang akan membantu manajemen dalam memberikan solusi pemecahan masalah atas temuan yang dijumpai di unit kerja operasional perusahaan. “Dengan demikian SPI bisa menjadi pengawal policy, system dan prosedur KPI perusahaan dengan melakukan current audit berdasarkan risk based audit,” tegasnya Menanggapi pertanyaan Edi Rianto, Wakil Ketua I FKSPI dari PT Pelindo III, yang menyingkap masalah umum yang selalu dihadapi SPI selama ini yaitu, sebetulnya keinginan manajemen terhadap SPI itu seperti apa? Agar apa yang disajikan SPI dalam laporan auditnya bisa sesuai dengan harapan manajemen. Pada forum itu Dwi langsung menjawab pertanyaan yang selama ini menjadi ganjalan antara manajemen dan SPI di hampir semua BUMN. Intinya SPI harus berani mengingatkan manajemen sesuai dengan rekomendasi yang diberikan. “Harus ada progress report mengenai laporan tindak lanjut, kalau ada hal penting SPI bisa proaktif menyampaikan, sehingga dibutuhkan komunikasi yang intens,” jelasnya. Dengan demikian , tambah Dwi, diperlukan untuk memahami kondisi internal dan eksternal perusahaan, misalnya target perusahaan pada periode tertentu, dan lain-lain. Menurut Sonny Trilaksono, Staf Internal Audit SG, forum yang diikuti lebih dari 80 peserta dari 25 BUMN dan BUMD se Jatim ini juga berharap dapat berupaya dalam memberikan assurance atas pengelolaan perusahaan secara ekonomis, efisien dan efektif dalam memberikan konsultasi, problem solver dengan memberikan rekomendasi pada auditee pada setiap temuan-temuannya untuk perbaikan di unit kerja masing-masing. Harapannya dari acara ini bisa memberi manfaat bagi para auditor sehingga dapat berperan dan berkonstribusi dalam bisnis perusahaan, yang pada akhirnya akan dapat meningkatkan stakeholder value. Dalam sarasehan kali ini SG mengundang pembicara tunggal, Sugianto, Fungsional Gratifikasi dari Deputy Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta, yang mengangkat tema: “Peran Auditor Menghadapi Risiko Bisnis Dalam Menumbuhkembangkan Perusahaan.” Diharapkan dari presentasi itu bisa memberikan tambahan ilmu dan upaya untuk memperluas wacana tentang auditing khususnya pengendalian internal, pengelolaan risiko atau residual risk dan GCG. “Kita harus tetap optimis menghadapi kondisi bisnis tahun 2009 yang diperkirakan tahun terburuk dari dampak krisis global,” tegas Sonny yang juga menjabat Ketua II FKSPI Jatim. Workshop itu bertujuan untuk memperjelas batasan etika dalam kebijakan bisnis sehingga akan mempersempit daerah abu-abu agar lebih jelas mana yang etis dan mana yang tidak. Hal itu juga ditekankan Kepala Internal Audit baru Satriyo yang sangat mendukung kegiatan tersebut, selain sebagai ajang silaturahmi dan tukar pengalaman juga agar bisa memperluas wacana dan pengetahuan jajaran SPI, untuk bisa meningkatkan efektivitas dalam melakukan tugas pemeriksaan.