Dalam rangka menyambut datangnya hari besar keagamaan seperti bulan Ramadan, menjelang Lebaran dan sebelum Natal, BUMN selalu menggelar pasar murah. Acara bertajuk “BUMN Peduli” ini dilaksanakan di 31 kabupaten kota di seluruh Indonesia.
Pada kesempatan Ramadan kali ini, Semen Gresik ditetapkan menjadi koordinator acara di daerah Pacitan dan Trenggalek. Selain menjadi koordinator di daerah tersebut, SG juga menggelontorkan dana sebesar Rp 3 miliar guna menggelar pasar murah di wilayah Jawa Tengah.
Di setiap kota, BUMN mengeluarkan dana sebesar Rp 327.800.000. Lima persen dari dana tersebut digunakan untuk biaya operasional sehingga dana riil untuk pasar murah sebesar Rp 311.410.000. Saat di Pacitan dan Trenggalek, BUMN Peduli menyiapkan 15.970 paket sembako untuk dijual kepada warga.
Pasar murah di Pacitan dilaksanakan 21-22 Agustus lalu. Acara digelar di 9 kecamatan yang melingkupi Kecamatan Punung, Bandar, Nawangan, Tulaan, Kebon Agung, Pacitan Kota, Arjosari, Sudimoro, Ngadirejo. Kegiatan pasar murah yang dihelat di setiap kecamatan tidak luput dari serbuan warga sekitar. Melalui sistem kupon, mereka rela antre untuk mendapatkan kesempatan membeli sebuah paket sembako yang dijual langsung di atas truk pengangkut.
Satu paket sembako yang dijual berisikan 5 kg beras, 1 kg gula dan 1 liter minyak. Warga rela antre karena harga jual paket sembako di pasar murah BUMN ini jauh lebih murah dibandingkan harga pasaran. Jika di pasaran, warga harus membayar Rp 64.500 untuk paket tersebut, di pasar murah BUMN, warga cukup mengeluarkan uang sebesar Rp 45 ribu. Selisih harga hampir mencapai dua puluh ribu rupiah. Tak heran kalau antusiasme warga selalu sangat besar.
Sukses menggelar pasar murah di Pacitan, dilanjutkan ke Trenggalek pada 23-25 Agustus. Di sini, acara di gelar di 8 kecamatan yakni Kecamatan Suruh, Tugu, Panggul, Bendungan, Dongko, Munjangan, Watu Limo dan Trenggalek Kota. Tak jauh berbeda dengan Pacitan, pasar murah BUMN diserbu warga.
Apresiasi tidak hanya diberikan oleh warga saja namun juga oleh Bupati Trenggalek. Bupati nampak semangat ketika membuka acara di kecamatan Tugu. Bahkan Bupati tidak sungkan untuk turun tangan langsung guna membantu menjual paket sembako kepada warganya.
Tujuan digelarnya acara pasar murah adalah agar paket sembako murah dapat menyentuh kalangan masyarakat kurang mampu yang saat ini mengalami kesulitan mendapatkan bahan pokok menjelang Lebaran. Pembiayaan untuk kegiatan pasar murah menggunakan dana dari Program Bina Lingkungan yang tersedia di masing-masing perusahaan BUMN. Ke depan, BUMN Peduli berniat menggelar pasar murah selama beberapa hari guna menyambut datangnya hari besar keagamaan Natal pada Desember mendatang.