Ditengah kesibukan masing-masing pabrik semen sesama anggota ASI, saat ini semakin langka untuk bisa bertemu dalam suatu tempat secara bersama. ”Sudah saatnya membina kembali hubungan yang selama ini telah digalang para senior kita,” ujar Urip Timuryono Ketua ASI, saat membuka Pertemuan Bidang Teknik ASI ke-67 dengan tema ”Retrofit, Obsolute, Peralatan Baru dan Peralatan yang Sudah Tidak Dibuat Lagi Terutama Peralatan Kontrol,” di gedung PPS 3-4 Desember 2008. Menurutnya forum ini timbul dari dorongan kondisi penyebab, antara lain: lokasi supplier pabrik semen yang jauh dari lokasi pabrik semen di Indonesia, sehingga timbul permasalahan pokok yaitu, sulitnya menyelesaikan secara lebih cepat terhadap masalah yang timbul. ”Terutama saat ini, disaat kondisi keuangan dunia yang sedang krisis, berdampak pada semakin mahalnya peralatan cadangan. Dibutuhkan self supporting agar bisa memenuhi kebutuhan itu dan mengurangi ketergantungan dari pihak asing,” jelasnya. Saat ini persaingan tidak hanya dalam hal kualitas saja, tetapi harga juga penting, hanya dengan efisiensi ongkos produksi bisa ditekan, otomatis harga akan bersaing. ”Saya berharap agar even ini bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya agar beberapa masalah yang sedang dihadapi masing-masing perusahaan bisa dicarikan solusinya,” ujarnya. Akhirnya ia menegaskan hanya dalam bidang teknik ini, masing-masing perusahaan bisa saling bergandengan, mengingat dalam bidang ini tidak ada conflic of interest, lain halnya dalam bidang pemasaran. Melihat topik yang diangkat, Suparni Direktur Produksi juga menyatakan diperlukan sebuah improvement performance, mengingat keterbatasan pasokan peralatan dari supplier, akhirnya memaksa perusahaan memeras pikiran untuk mengotak-atik peralatan sehingga akan ditemukan problem solvingnya. ”Selain mengganti peralatan yang rusak, kita berharap juga akan mendapatkan nilai tambah lainnya. Peralatan retrofit biasanya mahal, sehingga diperlukan pemilihan teknologi yang tepat dengan melibatkan ahli teknik nasional,” katanya. Diharapkan dari forum ini bisa dibangun sebuah networking yang memiliki list best practise yang akan diterapkan di masing-masing perusahaan, juga sharing list dari keahlian tertentu agar bisa saling membantu untuk mendapat performa yang lebih baik dengan biaya yang lebih murah. ”Diharapkan bisa terjalin suatu sinergi yang berkelanjutan, dari pertemuan ini,” tandasnya Hal ini imbuh Dirprod mengisyaratkan perlunya meningkatan kemampuan internal. Untuk mendapatkan harga yang murah. Kecepatan perubahan ditantang untuk lebih cepat dan lebih baik, mengingat harga disain semakin mahal. Kata Enggun Kadiv Litbang & Jaminan Mutu, jumlah peserta pertemuan ini sebanyak 34 orang dari 9 pabrik semen anggota ASI atau hampir semua anggota hadir kecuali Semen Kupang. Jumlah perwakilan dari masing-masing peserta adalah: PT Semen Andalas sebanyak 2 orang, PT Semen Padang: 4 orang, PT Semen Tonasa: 3 orang, PT ITP : 2 orang, PT Holcim: 2 orang, PT Semen Gresik: 12 orang. Perwakilan dari ASI: 3 orang. Workshop tersebut juga mengundang partisipasi pihak luar (guest speaker): F L Smith, ABB Sakti Industri dan Schnider Indonesia. Sedangkan makalah yang dipresentasikan sebanyak 11 buah, 7 makalah tentang Retrofit yakni mengenai penggantian peralatan karena sudah obsolete atau akan ditingkatkan kapasitasnya), 3 makalah dari pihak luar dan 1 makalah tentang K3. Pada workshop kali ini juga di selenggarakan rapat pengurus Bidang Teknik untuk merancang program kerja dan schedule pertemuan mendatang. Hari pertama, diawali dengan safety talk dari SG, kemudian dilanjutkan presentasi dari SG, disusul dari Semen Padang, diselingi presentarsi dari FLSmidth kemudian presentasi dari Semen Baturaja, Holcim, ITP. Hari kedua diawali dengan pembicara tamu dari PT ABB Sakti Industri, kemudian dsambung presentasi dari SG, Semen Padang dan Presentasi tamu dari PT Schneider Indonesia lalu ditutup presentasi dari Holcim dan hari terakhir (5/12) diadakan kunjungan ke pabrik Tuban.