Untuk kesekian kalinya kepedulian Semen Gresik terhadap masyarakat (comdev) tidak perlu diragukan. Banyak aktivitas, kegiatan atau kiprah yang telah dilakukan SG untuk memberdayakan dan mengembangakan masyarakat. Dari bantuan sarana umum, infrastruktur, keagamaan, kesejahteraan sosial, kesehatan sampai bidang pendidikan yang merupakan cikal bakal dan harapan masa depan bangsa juga tidak ketinggalan.
Salah satu pengabdian SG terhadap bidang pendidikan baru-baru ini adalah didirikannya TK Semai Benih Bangsa (SBB). Sebuah lembaga pra-sekolah yang ditujukan untuk ikut mengembangkan karakter manusia sejak usia dini. Karena diyakini pembentukan karakter suatu bangsa dan pembentukan kualitas masyarakat dimasa datang, lebih efektif dan mudah jika dimulai dari usia belia.
Berangkat dari cita-cita luhur tersebut dan percaya bahwa anak adalah investasi masa depan suatu bangsa, maka SG dalam hal ini Semen Gresik Foundation (SGF) merealisasikan pembentukan TK-SBB, yang merupakan sumbangsih perusahaan dalam ikut serta menyiapkan masa depan mereka menjadi insan yang kreatif, mandiri, memiliki motivasi, berinisiatif dan mempunyai rasa sosialisasi yang tinggi.
Untuk sementara ini pendirian TK SBB sudah ada di-enam lokasi dari 10 lokasi yang direncanakan, sebagaimana kata Guntoro, Sekretaris SGF beberapa waktu yang lalu. Ke-enam lokasi tersebut adalah dua di wilayah Gresik dan 4 di wilayah Tuban. Semuanya bertempat di gedung yang selama ini tidak difungsikan sebagaimana mestinya.
Ketika Gapura meng-konfirmasi lokasi TK SBB ini, Siswanto, Divisi EDC dan Sosial, Jumat (22/5), mengatakan bahwa ke-enam lokasi tersebut berada di dukuh Gredeg, Kedungbanteng, kec Duduk Sampeyan, desa Sekarkurung, kec Kebomas keduanya di Gresik, sedangkan yang di Tuban adalah desa Prunggahan Kulon dan desa Bektiharjo keduanya di kec Semanding dan dua lagi di kec. Kerek yaitu di desa Karanglo dan desa Mliwang.
Perlu diketahui bahwa sekolah TK-SBB ini adalah salah satu model pendidikan pra-sekolah non formal yang menggunakan pendekatan dengan metode holistik berbasis pembentukan karakter yang merupakan pengembangan dari Yayasan Indonesia Heritage. Model ini sudah banyak diaplikasikan diseluruh lokasi sekolah Semai Benih Bangsa di Indonesia sejak tahun 2001 dan cocok untuk daerah miskin atau pasca bencana alam.
Sekolah ini merupakan TK alternatif berbasis masyarakat karena semuanya berasal dari swadaya masyarakat setempat, misalnya lokasi sekolah, guru, perawatan, sosialisasi bahkan sampai penggalangan murid, semuanya diserahkan kepada masyarakat. Jadi masyarakat merupakan penanggung jawab sekolah juga sebagai pemilik dimana sekolah itu berada.
Sebagai pemrakarsa, tentunya SG tidak tinggal diam, SG bertanggung jawab penuh pada tahap awal-awal pembentukan dan operasional sekolah. Untuk tahun pertama, SG akan mensubsidi sarana dan prasarana sekolah yang sudah ada sebelumnya. Dari perbaikan gedung sampai perlengkapan sekolah misalnya bangku, kursi, papan tulis, dll. Tetapi untuk selanjutnya, diharapkan sekolah akan beroperasi secara swadaya tanpa peran SG didalamnya, SG hanya sebagai pengawas bukan sebagai pemilik.
Demikian juga dengan pelatihan untuk para guru atau pengajarnya, semua di cover oleh SG. ”Pelatihan guru di pusatkan di Cimanggis-Bogor, mereka akan digembleng selama 14 hari disana”, tutur Siswanto. ”Diharapkan guru yang sudah mendapatkan pelatihan akan juga menularkan ilmunya kepada guru yang lain”, tambahnya. Sehingga ilmu yang didapat akan juga bermanfaat untuk guru yang belum berkesempatan mengikuti pelatihan.
Perlu diketahui bahwa metode holistik yang dikembangkan oleh Indonesia Heritage Foundation (IHF) yang dijadikan sebagai pilar pembentukan TK Semai Benih Bangsa ini adalah sembilan pilar kerakter universal luhur, yang juga dilengkapi dengan K4 versi IHF yaitu kebersihan, kerapihan, keamanan dan kesehatan.
Sembilan kareakter yang dimaksud diatas adalah: cinta Tuhan dan ciptaannya; tanggung jawa, disiplin dan mandiri; jujur/ amanah dan aktif; hormat dan santun; dermawan, suka menolong dan gotong royong; percaya diri, kreatif dan pekerja keras; kepemimpinan dan keadilan; baik dan rendah hati; dan toleransi kedamaian dan kesatuan.
Demikian, ternyata besarnya bangsa Indonesia di masa datang dimulai dari usia dini, usia yang sekarang sedang dijalani anak-anak kita, anak-anak yang saat ini ada di pangkuan kita, orang tua. Bersamaan dengan usaha SG dalam menyemai benih-benih unggul untuk bangsa, mari bersama-sama berjalan seiring untuk juga menyemai benih-benih keteladanan pada anak-anak kita dalam menjaga amanah ibu pertiwi, untuk menjadikan Indonesia menjadi bangsa yang besar dan bermartabat.