Semen Gresik Bangun 2 Pabrik

PT Semen Gresik Tbk (SMGR) akan membangun dua pabrik baru pada tahun ini dan awal tahun depan.Dana pembangunan dua pabrik semen baru itu diperkirakan sebesar USD700 juta.

Direktur Utama Semen Gresik Tbk Dwi Soetjipto mengatakan, satu pabrik semen berlokasi di Sumatera Barat dan satu pabrik baru di Jawa Tengah. “Selain pabrik di Sumatera,kami juga sedang mempersiapkan satu pabrik baru di Jawa Tengah,” kata dia di Jakarta.

Dia menjelaskan, dua pabrik semen tersebut masing-masing memiliki kapasitas sebesar 2,5 juta ton per tahun.Pabrik di Sumatera Barat direncanakan akan mulai dibangun tahun ini, sedangkan pabrik semen di Jawa Tengah direncanakan awal tahun depan. Sementara itu, dana untuk pembangunan satu pabrik diperkirakan sekitar USD350 juta.Adapun dana untuk pembangunan dua pabrik semen tersebut akan dicari melalui pinjaman perbankan maupun penerbitan obligasi.

Menurut Dwi, pembangunan dua pabrik semen tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan produksi semen perseroan menjadi 30,5 juta ton pada 2015.Tahun ini perseroan menargetkan produksi 20,5 juta ton per tahun dari sebelumnya 18,5 juta ton. Sementara, volume penjualan diperkirakan mencapai 20,1–20,2 juta ton per tahun dengan pangsa pasar diperkirakan meningkat menjadi 45 persen dari sebelumnya 43 persen.

Saat ini perseroan juga sedang merampungkan pembangunan dua pabrik baru yang berlokasi di Tuban dan Tonasa. Kapasitas produksi kedua pabrik tersebut sebesar 5 juta ton per tahun. Dengan rampungnya dua pabrik ini, diharapkan target produksi semen perseroan tahun ini bisa tercapai.

Sementara,laba tahun ini ditargetkan bisa tumbuh 10–15 persen dibanding prognosis laba tahun lalu yang diperkirakan tumbuh sekitar 5–10 persen dibanding 2009 sebesar Rp3,3 triliun.Dengan demikian,jika laba tahun lalu sekitar Rp3,46–3,36 triliun, maka laba tahun ini diprediksi sekitar Rp4 triliun. Untuk pendapatan, diprediksi tumbuh sekitar 10 persen dibanding tahun lalu atau menjadi Rp15,4 triliun.

Pendapatan tahun lalu diperkirakan tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya atau sekitar Rp14 triliun. Disinggung mengenai rencana perseroan untuk mengakuisisi saham PT Semen Baturaja, Dwi enggan berkomentar banyak.

Menurut dia, rencana akuisisi tersebut diserahkan kepada Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). “No comment, semua tergantung pemegang saham (Kementerian BUMN),”imbuh Dwi.

Nantinya, dia menambahkan, apa pun keputusan pemegang saham, perseroan akan menerimanya. Pasalnya dia meyakini, keputusan yang diambil ditujukan guna pengembangan perseroan ke depan. Mengenai pembentukan induk usaha (holding) BUMN semen, dia mengaku, masih dalam kajian oleh sejumlah pihak terkait. Namun, diharapkan jika pembentukan holding BUMN semen tersebut jadi direalisasikan, maka harus memberikan nilai tambah bagi perusahaan.

Sementara untuk rencana akuisisi semen di Malaysia, dia menyatakan, hal itu masih dilakukan secara internal. Namun, dia menegaskan, aksi korporasi itu dilakukan guna mengembangkan pasar semen perseroan hingga ke luar negeri. Seperti diketahui, rencana akuisisi perusahaan semen asing tersebut datang dari pemegang saham SMGR, yakni Rajawali melalui Blue Valley Holdings Pte Ltd yang memiliki saham sebesar 24,9 persen di BUMN semen itu.

Alasan melakukan akuisisi dilatarbelakangi oleh kapasitas produksi semen perseroan yang hampir mencapai batas maksimal sebesar 94%. Pengamat pasar Modal David Ferdinandus berpendapat, meski terakhir ini industri semen cenderung menunjukkan kinerja yang bagus,industri sangat dipengaruhi oleh sektor perbankan.

Apalagi, kenaikan BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 6,75 persen akan mendorong perbankan menaikkan suku bunga kreditnya.“Kalau suku bunga bank naik,maka akan membebani kreditur,”ujanya.

Hal itu, dia melanjutkan, akan memberi imbas terhadap sektor properti, infrastruktur, dan semen yang selama ini mencari pendanaan dari perbankan untuk membiayai proyeknya.Selain itu, produksi semen yang membutuhkan energi tentu terpengaruh oleh harga minyak yang sedang naik. “Saat ini sektor semen masih mengalami tekanan,” imbuh David.

Dia menjelaskan, Semen Gresik yang akan melakukan aksi korporasi berupa pembangunan pabrik baru dan rencana akuisisi perusahaan semen di Asia tersebut meski proyeknya akan tetap berjalan, sedikitnya akan mengalami kendala lantaran bunga bank kemungkinan akan naik menyusul naiknya BI Rate.Pasalnya, dana untuk melancarkan aksi korporasi perusahaan pelat merah tersebut sebagian dicari dari perbankan.
Copyright © Semen Gresik . All rights reserved. / Privacy Policy