Perencanaan strategis sedang dirancang manajemen PT Semen Gresik (Persero) Tbk. Di sela-sela proses pembangunan pabrik semen baru Tuban IV di Tuban, Jatim dan Tonasa di Sulsel, perseroan ini merencanakan pembangunan pabrik semen Indarung VI PT Semen Padang di Sumbar.
"Mungkin pada pertengahan 2010 nanti kita bicarakan dan rencanakan secara detail masalah ini," kata Dirut Semen Gresik, Dwi Soetjipto saat buka puasa bersama pimpinan media massa di Surabaya, Rabu (2/9/2009). Pabrik Indarung VI berada di Sumbar dan masuk dalam lingkup PT Semen Padang. Baik Semen Tonasa maupun Semen Padang masuk kelompok usaha Semen Gresik Group.
"Tentunya, pembangunan Indarung VI itu tergantung keputusan dan persetujuan RUPS," tambah Dwi. Yang pasti, katanya, manajemen Semen Gresik Group sekarang berkonsentrasi menyelesaikan pembangunan pabrik baru Tuban IV dan Tonasa. Selain itu, BUMN ini juga membangun powerplant di Sulsel sebanyak 2 unit. Anggaran yang dibutuhkan untuk membangun 2 unit pabrik semen baru dan 2 unit powerplant mencapai Rp 10 triliun lebih.
Dwi mengutarakan, kalau pada pertengahan tahun 2010 nanti perencanaan Indarung VI matang, maka pada tahun 2011 pabrik semen baru di kawasan Semen Padang itu bakal dibangun. Setidaknya dibutuhkan anggaran Rp 3,5 triliun untuk pembangunan satu unit pabrik semen dengan kapasitas produksi 2,5 juta ton per tahun.
Sampai dengan tahun 2007 lalu, katanya, tingkat kapasitas produksi semua pabrik semen yang dimiliki Semen Gresik Group mencapai 16,7 juta ton. Diperkirakan pada tahun 2011 mendatang, tingkat kapasitas produksi pabrik semen di bawah payung Semen Gresik Group mencapai 20 juta ton. "Kita terus berusaha mempertahankan market share pasar semen nasional sebesar 45%. Kalau bisa ya ditingkatkan," ujarnya.
Hal itu dimungkinkan saat pabrik baru Tuban IV dengan kapasitas produksi 2,5 juta ton dan pabrik baru Semen Tonasa dengan kapasitas juga 2,5 juta ton per tahun selesai dibangun. Pabrik Tuban IV rampung dibangun tahun 2012 dan pabrik baru Semen Tonasa selesai tahun 2011.
"Selain tentunya kita juga terus memantau dan menghitung tingkat kebutuhan dan permintaan semen dari tahun ke tahun. Memang semester I 2009 ini terjadi penurunan permintaan sebesar 7% dibanding semester I 2008. Tapi, kita yakin beberapa waktu ke depan permintaan semen pasti meningkat lagi," ujarnya.
Mengenai rencana pembangunan pabrik semen di Pati oleh Semen Gresik, menurut Dwi, peluang itu tetap terbuka. Apalagi, katanya, pasar di sana potensial selain bahan bakunya tersedia dalam jumlah memadai. "Kita akui banyak masalah di sana, selain problem sosial dan lingkungan, kita juga menghadapi banyaknya spekulan di sana," ungkapnya.
Karena itu, manajemen Semen Gresik menerapkan strategi baru terkait rencana pembangunan pabrik semen baru di Pati. Apa itu? ""Mulai awal kita buka-bukaan," tukasnya. Di samping itu, opsi lokasi yang bakal dipakai pembangunan pabrik semen itu dibuka selebar-lebarnya. "Bukan lagi seperti tentara yang diterjunkan di satu medan sebelum shubuh," katanya mengibaratkan.
Kendati rencana pembangunan pabrik semen baru di Pati masih menghadapi kendala, Dwi mengutarakan, hal itu tak mempengaruhi tingkat kapasitas produksi dan pemasaran serta penjualan Semen Gresik. Bahkan, katanya, pada bulan Agustus 2009 ini, Semen Gresik mencatat rekor tertinggi angka penjualan. "Penjualan kita di bulan Agustus 2009 ini mencapai 927.027 ton. Ini angka tertinggi sejak Semen Gresik berdiri," ungkap Dwi Soetjipto.