Meski telah mendapat restu Menteri BUMN Dahlan Iskan, rencana PT Semen Gresik (persero) Tbk mengambil alih pabrik kertas PT Kertas Kraft Aceh Persero (KKA) hinggakini belum dapat dipastikan.
Sekretaris Perusahaan Semen Gresik Sunardi Prionomurti menyatakan rencana akuisisi itu dalam proses pengkajian, karena banyak faktor yang perlu diperhitungkan, termasuk ketersediaan bahan bakar gas, sumber bahan baku, serta sarana produksi pabrik kertas tersebut.
"Apakah mengakuisi, menyertakan modal atau bagaimana, rencana itu tentunya masih dalam proses perenungan. Istilahnya dikaji, karena banyak yang harus diperhitungkan," ujarnya dalam pertemuan akhir tahun dengan media di Jawa Timur siang ini.
Dia menjelaskan bahan bakar gas dan ketersediaan area hutan untuk mendukung bahan baku produksi kertas pembungkus semen menjadi pertimbangan penting.
Perseroan juga harus memperhitungkan vitalitas mesin produksi di KKA, karena rencana akuisisi tersebut diharapkan tidak menimbulkan persoalan baru bagi Semen Gresik.
"Sebagai perusahaan terbuka, rencana semacam ini tentunya akan diberitahukan ke publik. Jadi memang saat ini belum ada."
Belum lama ini, Menteri BUMN Dahlan Iskan memberikan sinyal positif terhadap rencana aksi BUMN produsen semen tersebut.
Namun, dia mengungkapkan belum mendapatkan informasi terkait dengan rencana akuisisi yang dilayangkan oleh Semen Gresik tersebut, dan mendukung Semen Gresik untuk memperbaiki KKA dengan cara masuk ke dalam perusahaan kertas itu.
Rencana akusisi KKA dilontarkan Direktur Utama Semen Gresik Dwi Soetipjto. Dia memperkirakan nilai akuisisi ini dapat menelan dana hingga Rp800 miliar.
Namun, lanjutnya, rencana akuisisi masih terus dikaji oleh perseroan. Jika Semen Gresik dapat masuk berinvestasi di KKA, hal ini akan berdampak positif bagi perusahaan karena memperkuat rantai pasokan perusahaan.