Semen Gresik Bidik Growth 15%

PT Semen Gresik Tbk memperkirakan pertumbuhan laba perseroan meningkat 10%-15% pada tahun ini menjadi sekitar Rp4 triliun dari perkiraan laba akhir 2010 sekitar Rp3,46 triliun – Rp3,63 triliun. Direktur Utama Semen Gresik Dwi Sutjipto mengatakan meskipun pendapatan perseroan relatif stagnan, pada tahun lalu perseroan melakukan efisiensi sehingga terjadi peningkatan laba bersih sekitar 5%-10% pada 2010 dari laba 2009 sebesar Rp3,3 triliun.

Adapun pertumbuhan laba tahun ini diharapkan terjadi karena adanya peningkatan produksi serta selesainya dua pabrik baru perseroan pada akhir tahun ini di Tuban dan Tonasa yang berkapasitas total 5 juta ton.

Tahun ini, perseroan berharap kapasitas produksi total perseroan mencapai 25 juta ton dari 18,5 juta ton pada tahun lalu.

“Bottom line kami 2010 tumbuh 5%-10% dari 2009. Pada 2009 laba kami sekitar Rp3,3 triliun. Dan tahun ini kami harapkan ada pertumbuhan sekitar 10%-15%,” ujarnya hari ini.
Dwi mengakui pendapatan perseroan pada 2010 diperkirakan sama dengan 2009 yakni sekitar Rp14 triliun.

Hal ini disebabkan banyaknya bencana alam yang terjadi sehingga terjadi gangguan dalam produksi semen. Pada tahun ini diharapkan pendapatan bisa meningkat 10% menjadi sekitar Rp15,4 triliun.
 
“Tahun lalu revenue sepertinya tidak ada pertumbuhan, sama dengan tahun sebelumnya. Karena ada gangguan produksi. Kalaupun tumbuh pasti tipis sekali. Tapi laba meningkat karena ada efisiensi,” jelasnya.
 
Selain tambahan dua pabrik pada tahun ini, perseroanjuga tengah mempersiapkan pembangunan pabrik baru berkapasitas 2,3 juta ton - 3 juta ton di Sumatera. Namun pembangunannya baru dilaksanakan pada 2012. Dana investasi untuk membangun pabrik ini sekitar Rp. 3,5 triliun. Dia mengatakan pendanaan itu akan diambil dari pinjaman perbankan atau penerbitan surat utang (obligasi).
 
"Dana untuk bangun pabrik lagi akan dari bank atau obligasi. Namun, tidak mungkin rights issue, mengingat jumlah saham kami yang dimiliki pemerintah kan sudah 51% (batas minimal untuk tetap bisa menjadi pemegang saham mayoritas," ungkapnya.
 
Belanja Modal
 
Pada tahun ini, perseroan juga mengalokasikan anggaran belanja modal (capex) sebesar Rp. 5 triliun yang digunakan untuk pengembangan bisnis perseroan sebesar Rp 4 triliun dan untuk keperluan rutin Rp 1 triliun. Dwi menjelaskan 30%-40% dari kebutuhan dana capex itu diambil dari eksternal dan sekitar 60%-70% dari kas internal perseroan.
 
Saat ini, lanjutnya perseroan masih memiliki fasilitas pinjaman siaga (stand by loan) Rp 3,5 triliun dari konsorsium PT Bank Mandiri Tbk dan PT Bank Central Asia (BCA). "Capex kami sebagian dari eksternal sebagian dari internal. Kami kan masih ada pinjaman siaga Rp 3,5 triliun. Mungkin kami akan cairkan dana itu untuk capex tahun ini," tuturnya. Namun, Dwi enggan berkomentar mengenai rencana akuisisi semen di Malaysia dan Vietnam.
Copyright © Semen Gresik . All rights reserved. / Privacy Policy