Semen Gresik Butuh Dana Rp 12 Triliun

Dana tersebut digunakan untuk penyelesaian pabrik-pabrik perseroan.

PT Semen Gresik Tbk (SMGR) menganggarkan belanja modal (Capital Expenditure/Capex) sebesar 30-40 persen dari total kebutuhan dana Rp 12 triliun selama empat tahun.

Menurut Direktur Keuangan Cholil Hasan, dana tersebut digunakan untuk penyelesaian pabrik-pabrik perseroan. "Sebagian besar untuk pabrik di Tuban," kata dia di Jakarta, Kamis, 26 Maret 2010.

Penyelesaian pabrik di Tuban saat ini, mencapai 18,3 persen dari rencana 17,2 persen. Sedangkan penyelesaian pabrik di Tonasa mengalami 22 persen. Dia mengakui, realisasi belanja modal tahun lalu (2009), sebesar Rp 1,8 triliun. "Ini telah meningkatkan efisiensi cost,  sehingga ebitda kita naik 23 persen dan laba bersih juga naik," jelas Direktur Utama Semen Gresik Dwi Soetjipto.

Sementara itu, perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp 3,33 triliun sepanjang 2009. Laba bersih ini meningkat 33 persen, dibandingkan tahun sebelumnya (2008) yang sebesar Rp 2,52 triliun. Di mana, pendapatan tercatat sebesar Rp 14,39 triliun, meningkatkan 18 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 12,21 triliun.

"Meski ada gejolak ekonomi di semester II-2009, perseroan berhasil memantapkan program konsolidasi internal, sekaligus memaksimalkan potensi perusahaan dengan mencatat pertumbuhan pendapatan yang signifikan," ujar Soetjipto.

Laba usaha tercatat Rp4 ,34 triliun, naik 28 persen dibandingkan tahun sebelumnya Rp3,39 triliun. Sedangkan ebitda tercatat Rp 4,77 triliun, naik 23 persen dibandingkan sebelumnya yang sebesar Rp 3,87 triliun.

Sementara itu di 2010, perseroan belum berencana ekspansi lebih jauh seperti pengembangan usaha unorganik. "Kita akan fokus mempertahankan pangsa pasar 45 persen," kata dia. Adapun konsumsi semen domestik sebesar 6,5 persen 49-51,7 juta ton. Sedangkan kapasitas terpasang perseroan sebesar 79 persen.

Copyright © Semen Gresik . All rights reserved. / Privacy Policy