Sampai dengan kuartal I/2011, produsen semen terbesar nasional PT Semen Gresik Tbk (Persero) telah mencairkan pinjaman sebesar Rp790 miliar atau 22,6% dari total fasilitas pinjaman sindikasi yang dikantongi perseroan sebesar Rp3,5 triliun.
Perjanjian kredit sindikasi tersebut terdiri dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk selaku pimpinan sindikasi, PT BRI (Persero) Tbk, PT Bank Jatim, dan PT Bank Sulawesi Selatan.
Penarikan pinjaman tersebut mendongkrak kenaikan outstanding kewajiban perseroan per 31 Maret 2011 sebesar 10,5% menjadi Rp3,78 triliun dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2010 sebesar Rp3,42 triliun. Dengan posisi tersebut, rasio utang terhadap modal (debt to equity ratio/DER) Semen Gresik saat ini adalah 29% atau masih dalam posisi aman.
Agung Wiharto, Head of Investor Relation Semen Gresik mengungkapkan pencairan pinjaman tersebut seluruhnya digunakan untuk penyelesaian pembangunan dua pabrik baru yang berlokasi di Tuban Jawa Timur dan Tonasa Sulawesi Selatan.
"Kita akan tarik lagi sesuai kebutuhan pembangunan pabrik yang sedang berjalan. Sampai dengan Maret 2011 kami sudah menarik sekitar Rp790 miliar dari total fasilitas pinjaman sindikasi kami sebesar Rp3,4 triliun untuk jangka waktu 10 tahun yaitu 2009-2019," ungkapnya kepada Bisnis, hari ini.