PT Semen Gresik Tbk (SMGR) mengucurkan dana sebesar Rp1,96 miliar untuk
dana beasiswa pendidikan sepanjang tahun ini. Untuk tahap awal,
perusahaan semen terbesar di tanah air itu memberikan beasiswa kepada
110 mahasiswa dari sepuluh perguruan tinggi negeri di Indonesia.
Dirut Semen Gresik, Dwi Soetjipto, menuturkan, pemberian beasiswa ini
diharapkan semakin memacu semangat belajar generasi muda. Dengan
penguasaan iptek yang memadai, generasi muda akan menjadi pilar
pembangunan bangsa. "Sehingga, di masa mendatang mereka dapat membantu
program pemerintah dalam memutus mata rantai kemiskinan dan
ketertinggalan bangsa," ujar Dwi di sela-sela seremoni pemberian
beasiswa tersebut di Grand City, Surabaya, Sabtu (19/3/2011).
Kepala Bagian Bina Lingkungan Semen Gresik, Eko Honeng, menambahkan,
kesepuluh perguruan tinggi negeri yang diberi beasiswa adalah
Universitas Airlangga, ITS, Universitas Brawijaya, Universitas
Diponegoro, Universitas Gadjah Mada, ITB, Universitas Padjadjaran, UI,
Universitas Andalas, dan Universitas Hasanuddin.
"Selain kepada para mahasiswa, Semen Gresik juga memberikan beasiswa
kepada 142 siswa kelas khusus Semen Gresik yang bekerja sama dengan
Primagama dan dapat diterima di semua PTN yang ada di Indonesia," tutur
Eko.
Eko menuturkan, Semen Gresik juga akan melakukan pendampingan kepada
para penerima beasiswa tersebut. Perseroan tidak hanya mengucurkan uang
untuk biaya pendidikan, tapi juga berusaha membangun dan membentuk
karakter anak-anak muda tersebut untuk terus bekerja keras membangun
bangsa.
"Selain biaya pendidikan dan biaya hidup, kami juga memberikan dana
untuk kebutuhan pembelian buku, akses internet, dan riset atau
penelitian guna menyelesaikan tugas akhir kuliah," jelasnya.
Adapun untuk pembangunan karakter para penerima beasiswa, Semen Gresik
secara kontinu akan mengajak para mahasiswa untuk mengikuti outbond dan
kemah bersama.
"Beasiswa ini adalah bagian dari konsep triple bottom line yang
diterapkan perseroan, di mana kami berusaha menciptakan keselarasan
antara aspek profit, sosial, dan pengelolaan lingkungan," terang Eko.
Saat ini perseroan juga tengah melaksanakan program pelatihan ICT untuk
30.000 siswa di segala tingkatan di Kabupaten Gresik dan Tuban.