Semen Gresik Grup Gelar Inovation Award untuk Efisiensi Perusahaan

Efisiensi perusahaan terus dilakukan PT Semen Gresik Tbk (SMGR). Tak jauh-jauh, SMGR  melakukan inovasi dengan mengkaryakan karyawannya melalui Semen Gresik Group Award on Innovation (SGG-AI 2010). Dengan inovasi secara kreatif yang dilakukan karyawan sendiri, SMGR bisa melakukan efisiensi hingga Rp 350 miliar dengan penekanan biaya produksi dan operasional.

"Seluruh proyek inovasi harus berorientasikan pada target bisnis unit SMGR. Usulan inovasi harus sejalan dengan strategi dan target bisnis perusahaan, juga bisa meningkatkan corporate value SMGR baik secara finansial maupun non finansial," kata Kadiv Litbang dan jaminan Mutu Semen Gresik, Enggun purwoko, kepada wartawan dalam jumpa pers di Rumah Makan Primarasa, Jalan Ahmad Yani, Senin (21/2/2011).

Selain itu, kata enggun, SGG-AI bisa mendorong seluruh pegawai untuk berprestasi, berkreasi dan memiliki jiwa inovasi yang tinggi. Pada SGG-AI 2010 ini, tambah  Enggun, cakupan inovator lebih luas lagi. Bila pada 2009 inovator hanya berasal dari karyawan Semen Gresik saja, maka pada tahun 2010, karyawan dari Semen Padang dan Semen Tonasa juga bisa berpartisipasi.

Enggun menambahkan bahwa inovator yang berpotensi mengefisienkan perusahaan berjumlah 123 inovator dengan perincian 18 tim inovasi dari Semen Padang, 34 tim inovasi dari Semen Tonasa dan 71 tim inovasi dari semen Gresik. Mereka akan bertarung dalam kategori inovasi bahan baku dari produk, teknologi dan proses produksi serta sistem manajemen.

"Pemenangnya akan memperoleh anugrah SGG-AI 2010 yang diberikan oleh Meneg BUMN," lanjut Enggun.

Enggun menjelaskan bahwa hasil efisiensi dari SGG-AI 2009 sudah dirasakan oleh perusahaan. Salah satunya adalah inovasi penerapan penggunaan energi atau bahan bakar alternatif melalui biomassa. Enggun menerangkan bahwa harga bahan bakar minyak dan batu bara mengacu pada harga internasional yang cenderung naik. Minyak digunakan pada saat pemanasan awal mesin. Jika sudah panas, penggunaan minyak diganti dengan batu bara.

"Sekarang kami bisa mengganti penggunaan batu bara itu dengan biomassa," terang Enggun.

Biomassa itu sendiri bisa berasal dari gergajian kayu, sekam, kulit kacang atau limbah produksi yang lain. Penggunaan biomassa sudah mencapai 250 ton per hari untuk biaya produksi. "Target penggunaan energi alternatif 7,5 % pada 2012," jelas enggun.

Saat ini, penggunaan energi alternatif di Semen Gresik mencapai 1,5 % yang berasal dari sekam, limbah tembakau dan oil sludge. Sedangkan di Semen Tonasa penggunaan energi alternatif mencapai 2 % dari total bahan bakar yang digunakan yang terdiri dari sekam dan kulit mede. Sementara itu, Semen Padang sedang menggarap proyek waste heat recovery yang bisa memproduksi listrik sebesar 8,4 MW.
Copyright © Semen Gresik . All rights reserved. / Privacy Policy