Semen Gresik Incar Laba Naik 10%

Laba bersih PT. Semen Gresik (Persero) Tbk pada tahun ini diperkirakan tumbuh konservatif 10% dari capaian 2009 senilai Rp 3,2 triliun, meskipun penjualan ditargetkan naik 19%.

Direktur Utama Semen Gresik Dwi Sutjipto mengatakan laba bersih perseroan selama tahun ini akan mengalami tekanan akibat ketatnya persaingan usaha, dan diperkirakan tumbuh di kisaran 10%. Pada 2009, ujarnya, perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp 3,2 triliun dan pendapatan senilai Rp 14 triliun. Kenaikan tersebut didorong oleh peningkatan efisiensi perseroan serta kenaikan volume penjualan.

"Volume penjualan kami selama 2009 mencapai Rp 18,2 juta ton, atau naik jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Untuk tahun ini kami memproyeksikan bisa mencatat kenaikan di atas 19%," katanya kemarin. 

Proyeksi laba tersebut masih di bawah pencapaian keuntungan bersih tahun lalu yang justru melonjak di atas 30% dari perolehan pada 2008 yang senilai Rp 2,52 triliun karena ditopang oleh pertumbuhan operasional dan efisiensi.

Pendapatan perseroan pada tahun lalu menjadi Rp 14,04 triliun atau naik 15% dibandingkan dengan pendapatan pada 2008 yaitu Rp 12,21 triliun. Pada 2008, volume penjualan mencapai 17,66 juta ton. Apabila dihitung hanya penjualan di pasar domestik, Semen Gresik mencatat pertumbuhan yang lebih tinggi lagi yaitu mencapai 2,94% dari 16,66 juta ton pada 2008 menjadi 17,15 juta ton pada 2009.

Semen Gresik juga menjajaki pinjaman sekitar Rp 2,8 triliun atau sekitar 80% dari total kebutuhan dana untuk pembangunan pabrik semen baru di Padang Sumatera Barat senilai total Rp 3,5 triliun.

Dwi Sutjipto menuturkan ada dua opsi yang dijajaki untuk pencarian dana, yaitu penerbitan obligasi dan pinjaman bank. "Jika suku bunga bank naik dan kredit menjadi mahal, maka kami akan menerbitkan obligasi. Jika sebaliknya, kami akan mencari pinjaman dari bank," ujarnya.

Menurut Dwi, pabrik semen tersebut rencananya akan dibangun pada tahun depan, dan memiliki kapasitas produksi sebesar 2,5 juta ton per tahun. Dwi memaparkan perseroan akan memenuhi belanja modal pada tahun ini senilai US$400 juta dengan kas internal perseroan. Sebanyak US$150 juta dari belanja modal itu untuk pengembangan non strategis bagi maintenance dan peningkatan kapasitas produksi.

Sisanya, akan ditujukan bagi pengembangan strategis, yaitu pembangunan pabrik baru dan pembangkit listrik. Dwi menuturkan belanja modal tersebut juga ditujukan untuk membangun pabrik pengemasan dan perbaikan distribusi semen di Papua.

"Kami akan menggunakan kas internal senilai Rp 150 miliar bagi tahap pertama pembangunan pabrik pengemasan dan distribusi semen di Papua," katanya. Selanjutnya perseroan juga tetap merencanakan akuisisi perusahaan semen di Asia Tenggara yang akan dilaksanakan pada tahun ini atau tahun depan.

Permintaan wilayah timur

Kepala Divisi Komunikasi Semen Gresik Saifuddin Zuhri menjelaskan konsumsi semen nasional pada 2009 hanya naik 0,87% menjadi 38,42 juta ton dari sebelumnya 38,09 juta ton. "Artinya, pangsa pasar domestik Semen Gresik pada tahun lalu mencapai 44,64%," ujarnya baru-baru ini.

Dia memaparkan permintaan semen di wilayah Indonesia timur naik dan menyebabkan kinerja Semen Gresik menjadi positif. "Laju pertumbuhan infrastruktur di wilayah timur meningkat, sehingga penjualan Semen Tonasa yang menguasai wilayah itu juga meningkat pesat," tutur Saifuddin.

Penjualan domestik PT. Semen Tonasa, anak perusahaan Semen Gresik yang berlokasi di Sulawesi Selatan naik 13,84% pada 2009 menjadi 3,62 juta ton dari posisi 2008 yaitu 3,18 juta ton. Semen Gresik juga diarahkan pemerintah untuk jadi lead holding BUMN semen. Sejauh ini ada lima BUMN semen, yaitu PT. Semen Gresik, PT. Semen Padang, PT. Semen Tonasa, PT. Semen Kupang dan PT. Semen Baturaja. Namun, PT. Semen Kupang dan PT. Semen Baturaja tak berproduksi.

Analis PT. Danareksa Sekuritas Chandra Pasaribu mengatakan pertumbuhan penjualan Semen Gresik tahun ini akan mencapai 8%, "Kami memberikan target harga Rp 8.500 per saham hingga 12 bulan ke depan," ujar Chandra.

Harga saham Semen Gresik kemarin ditutup pada level Rp 7.600 atau sama dengan penutupan Senin. Jika mengacu pada harga tersebut, kapitalisasi pasar perseroan mencapai Rp 45,0896 triliun.

Copyright © Semen Gresik . All rights reserved. / Privacy Policy