PT Semen Gresik (Persero) menargetkan laba pada 2011 sekitar Rp 4 triliun, meningkat sekitar 10-15% dibanding prognosa laba 2010 sebesar Rp3,63 triliun.
"Pada tahun 2010 perseroan berhasil melakukan efisiensi, dan diharapkan dapat berlanjut pada tahun ini (2011)," kata Direktur Utama Semen Gresik Dwi Sutjipto, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin.
Menurut Dwi, pertumbuhan laba pada 2011 akan dipicu peningkatan produksi serta mulai beroperasinya dua pabrik baru pada akhir tahun ini.
Dua pabrik baru tersebut berlokasi di Tonasa Sulawesi Selatan, dan Tuban, Jawa Timur dengan total kapasitas produksi total lima juta ton.
Ia menjelaskan, dengan penambahan kapasitas dua pabrik baru tersebut, maka total kapasitas produksi perseroan mencapai 25 juta ton dari 18,5 juta ton pada 2010. "Pada 2010 kami tumbuh 5-10% dibanding 2009 yang mencapai Rp 3,3 triliun," ujarnya.
Sedangkan pendapatan pada 2010 diperkirakan bisa menembus Rp 14 triliun. Ia menuturkan, produksi 2010 relatif stagnan karena adanya sejumlah bencana alam, sehingga menanggu produksi perseroan.
Meski begitu diutarakannya pada 2011 pendapatan diperkirakan melonjak 10% menjadi sekitar Rp 15,4 triliun. Pada 2010, Semen Gresik mengalokasikan dana belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 5 triliun.
Sebesar Rp 4 triliun di antaranya digunakan untuk pengembangan bisnis, selebihnya atau Rp 1 triliun untuk belanja rutin. Adapun sumber capex berasal dari internal sebesar 60-70% dan sisanya kemungkinan diperoleh dari fasilitas pinjaman siaga perbankan.
Fasilitas pinjaman siaga tersebut berasal dari PT Bank Mandiri Tbk dan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) berjumlah Rp 3,5 triliun.