PENJUALAN SEMEN MELONJAK 32%
PT Semen Gresik Tbk (SMGR) menyiapkan investasi US$ 300 juta atau setara Rp 2,7 triliun untuk membangun pabrik baru di Sumatera pada tahun depan. Perseroan juga akan menuntaskan pembangunan dua pabrik di Tonasa, Sulawesi dan Tuban, Jawa Timur.
Semen Gresik mengharapkan kapasitas produksi semen dari dua pabrik baru ini bisa mencapai 2-3 juta ton pertahun. “ Tahun depan, kita menyelesaikan pembangunan dua pabrik yang ada, juga dengan power plan nya. Kemudian kita juga sedang bersiap-siap untuk investasi berikutnya, bangun pabrik baru lagi di Sumatera, investasi sekitar US$ 300 juta ,” kata direktur utama Semen Gresik Dwi Soetjipto di Jakarta, Kamis (18/11).
Hanya saja, lanjut Dwi, perseroan masih perlu mematangkan kajianya. Dia belum bisa menyebutkan secara detail rencana pembangunan pabrik di Sumatra tersebut. Namun dia yakin, pembangunan pabrik bisa dimulai pada 2011 dan mulai beroprasi 2014.” Kita masih kaji di sumatera bagian mana. Namun saya kira pada 2014 bisa selesai ,” kata dia.
Dwi mengatakan, pertimbangan untuk membangun pabrik di sumatera, karena besarnya permintaan disana. Perseroan memperkirakan pertumbnuhan permitaan setiap tahun bisa mencapai 5-6%. “ Secara kontinu kedepan demand memang akan meningkat sekitar 5-6% dibanding tahun ini.demand disana besar makanya kalau bangun pabrik ini kita berfikir demand-nya harus untuk 4-5 tahun kedepan, “ jelas dia.
Untuk sumber pendanaan pabrik baru tersebut, lanjut Dwi, perseroan akan mencari pinjaman dari perbankan nasional. Sebab besaran pinjaman dai PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang diperoleh sebelumnya diperkirakan tidak mencukupi. “Ya memang pasti akan ada pinjaman baru lagi dari luar. Karena kan justru sekarang posisi debt equity ratio (DER) itu rendah. Jadi itu masih bisa utuk dioptimalkan,” Kata Dwi.
Tahun depan, perseroan menganggarkan belanja modal (capex) sekitar Rp 3-4 triliun. Dwi pernah mengatakan, untuk capex tahun depan pihaknya tidak membutuhkan pendanaan eksternal lagi. Sebab pembiayaan akan didanai dari sisa pinjaman yang diperoleh sebelumnya dari Mandiri dan BCA. Sampai pertengahan September lalu, perseroan masih memiliki existing pinjaman dari Mandiri dan BCA senilai Rp 3,5 triliun.
”Untuk membiayai belanja modal sekitar Rp 4 triliun tersebut kita masih akan mengambil dari internal Rp 2,5 triliun dan RPp 1,5 triliun dari bank. Yang menjadi lead untuk pinjaman kami kan dari bank mandiri dan BCA ,” kata Dwi sebelumnya.
Sampai kuartal III- 2010, laba bersih Semen Gresik naik 8,09% menjadi Rp 2,52 triliun, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 2,40 triliun. Hanya saja, pendapatan perseroan menurun 1,07% menjadi Rp 10,29 triliun dari periode sebelumnya sebesar Rp 10,40 triliun. Sementara total aset perseroan naik sebesar 18,20% dari Rp 11,73 triliun menjadi Rp 13,87 triliun.
Analisis PT Infovesta Utama Praska Putrantyo mengatakan, dengan posisi DER sampai September 2010 sebesar 0,23 kali, tetap bagus sebagai Semen Gresik mencari pinjaman baru. Peluang untuk mencari pendanaan dari pinjaman perbankan juga masih sangat besar.” Dengan DER per September sebesar 0,23 kali itu kan masih dibawah DER rata-rata industri semen yang sebesar 0,33 kali sehingga masih bagus peluangnya, “ Kata praska ketika dihubungi investor daily, Kamis (18/11).
Dia mengatakan, ekspansi dengan membangun pabrik baru merupakan suatu kebutuhan bagi Semen Gresik. Apalagi jika pabrik baru itu bisa menambah kapasitas produksi 2-3 juta ton pertahun. Hal tersebut akan sangat membantu Semen Gresik dalam mempertahankan pangsa pasar. “ Demand atas Semen cenderung naik, sejalan dengan semakin membaiknya pertumbuhan ekonomi, pembangunan semakin banyak. Pangsa pasar harus bisa ditingkatkan, inimal bisa dipertahankan, “ Kata dia.
Terkait harga saham SMGR, Prasaka melihat meski selama hampir sebulan kurang banyak bergerak tapi potensi untuk naik masih tinggi. Dia memperkirakan target harga SMGR bisa mencapai level 11.500 per saham. Pada November 2010. SMGR ditutup stagman di level 9.300 per saham, volume transaksi sejumlah 7,9 juta saham, dengan nilai 72,78 miliar.
Head of Sinarmas Sekuritas Jeffrosenberg Tan mengatakan, saat ini Semen Gresik sudah kelebihan kapasitas (overcapacity). Sebab, produksinya sudah mencapai 90 % dari seluruh kapasitas sehingga sulit bagi perseroan untuk meningkatkan produksi. “ Untuk bisa mempertahankan pangsa pasar, atau paling tidak memenuhi besarnya permintaan semen kedepan, Semen Gresik harus ekstansi, terutama dengan bangun pabrik baru, “kata dia ketika dihubungi investor daily, Kamis (18/11).
Bila memungkinkan, menurut dia, tidak ada salahnya jika perseroan bisa melakukan akusisi atas perusahaan semen baik didalam atau luarnegri, terutama yang sudah berproduksi. “Sayangnya perseroan belum menuntaskan akuisisinya atas Cement Industries of Malaysia Bhd (CIMA) akan bisa langsung menambah produksi, “Ujar Tan.
Penjualan Semen Melonjak 32%
Sementara itu, realisasi penjualan semen Nasional pada Oktober 2010 melonjak 32 % menjadi 3,8 juta ton, dibanding September sebesar 2,8 juta ton, seiring normalnya hari kerja pada bulan lalu.
Ketua Umum Asosiasi Semen Indonesia (ASI) Urip Timuryono mengatakan, penjualan semen pada September cukup rendah karena hari kerja pendek terpangkas libur Lebaran. Dia mencatat, hanya terdapat 15 hari kerja pada September.
“Kondisi ini menyebabkan pengiriman seman dari pabrik berkurang . Apalagi, truk-truk pengangkut semen dilarang masuk dijalan raya beberapa hari sebelum dan sesudah Lebaran, “ tukas Urip kepada Investor Daily di Jakarta, Kamis (18/11).
Selama ini, tegas Urip, penjualan semen domestik didorong oleh proyek properti yang digalang pengembang dan pembangun infrastruktur dari pemerintah dengan porsi masing-masing 70 % dan 30 %. Seharusnya, kata dia, penjualn semen dipacu lebih besar jika pemerintah mengenjot pembangunan infrastruktur. “Walau begitu, saya dengar proyek infrastruktur di kebut pada kuarta IV tahun ini karena proses pembebasan lahan sudah rampung, “ kata dia.
Berdasarkan data ASI, penjualan semen hingga Oktober 2010 meningkat 7 % menjadi 33,3 juta ton, dibanding periode sama tahun lalu 31,119 juta ton. ASI memprediksi penjualan sampai akhir tahun menembus 40 juta ton, naik 6 % dibanding tahun lalu sebesar 38 juta ton.
Investor relations PT Semen Gresik Tbk Agung Wiharto memprediksi penjualan semen pada November dan Desember akan stabil dikisaran 3,7-3,8 juta ton, sehingga total penjualan akan menyentuh 40 juta unit.
Data kementrian Perindustrian menyebutkan, total kapasitas terpasang industri semen dalam negri akan mencapai 52,32 juta ton pada akhir 2010, dibanding 2009 sebesar 46,94 juta ton. Tambahan kapasitas berasal dari modifikasi pabrik semen dan mpembangunan pabrik baru. Total investasi yang dikucurkan produsen semen untuk menggenjot kapasitas tahun ini sekitar US$ 645 juta.
Semen Gresik merupakan pabrikan semen terbesar di Tanah Air dengan kapasitas terpasang 19,3 juta ton. Sedangkan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (tiga roda) menduduki peringkat kedua dengan kapasita pabrik 18,6 juta ton.