Soekarwo: Semen Gresik Itu Petarung

Pencanangan pembangunan pabrik semen baru Tuban IV milik PT Semen Gresik (Persero) Tbk disambut positif Gubernur Jatim Soekarwo. "Semen Gresik itu petarung dan langkahnya justru aneh di masa sulit seperti sekarang", tegas Soekarwo, Kamis (20/8/2009).

Saat menyampaikan sambutan pada pencanangan pembangunan pabrik Tuban IV di kawasan pabrik semen PT SG di Tuban, orang pertama di Jatim itu menilai, keputusan manajemen Semen Gresik membangun pabrik baru di Tuban adalah luar biasa. "Sebab, sekarang kondisinya dalam proses pemulihan setelah krisis global", ujarnya.

Pada kondisi krisis, katanya, langkah manajemen yang diambil policy maker perusahaan industri biasanya melakukan efisiensi, rasionalisasi tenaga kerja, menekan banyak pos pengeluaran, dan lainnya.

Tapi, yang ditempuh Semen Gresik justru sebaliknya yakni membangun pabrik baru dengan nilai investasi sangat besar. "Semen Gresik ini memang petarung. Semuanya harus dicoba, tentunya dengan perhitungan cermat. Namanya petarung itu kalau kalah ya kalah, menang ya menang. Jadi jelas", jelas Soekarwo yang disambut aplaus hadirin termasuk Meneg BUMN Sofjan Djalil.

Tingkat kapasitas produksi pabrik Tuban IV nanti mencapai 2,5 juta ton per tahun. Soekarwo mengatakan, pasar semen di Jatim tetap potensial, mengingat tolok ukur makro ekonomi di provinsi ini sangat bagus dan kondusif untuk peningkatan aktifitas perekonomian. "Apalagi Indonesia masih kekurangan semen sebesar 7% per tahun," katanya.

Soekarwo mengungkapkan, hasil produksi pabrik Tuban IV nanti masih mampu diserap pasar semen di Jatim dan daerah lainnya di Indonesia. "Bahkan, dibangun pabrik baru lagi di sini juga tak ada masalah. Pasarnya masih mampu menyerap kok", tandasnya.

Dengan tingkat pertumbuhan ekonomi sebesar 4,6% pada semester I 2009, surplus ekspor sebesar USD 1,1 miliar, PDRB sebesar Rp 624 triliun per tahun, dan pendapatan per kapita sebesar USD 2.000, Soekarwo optimistis kondisi pasar semen di Jatim tak jenuh. "Tahun 2010 nanti tingkat pertumbuhan ekonomi Jatim diperkirakan mencapai 6%", jelasnya.

"Karena itu, jangan ragu ragu menanamkan investasinya di sini. Setelah Semen Gresik, saya bakal mengajak BUMN lainnya, termasuk PT Petrokimia Gresik (PG), untuk menambah investasinya di Jatim", ungkap Soekarwo.

Selain pasar semen, investasi di bidang energi kelistrikan di Jatim juga tetap potensial. Soekarwo menyatakan, sekarang sedang dibangun PLTU Pacitan. Selain itu, katanya, ada investor dari Belgia yang berniat menanamkan investasi senilai USD 1 miliar untuk pembangunan pambangkit listrik geotermal di Ngebel Ponorogo dan Kawah Ijen Banyuwangi. "Saya harapkan pemerintah pusat segera memberi dukungan untuk pembangunan pembangkit listrik geotermal ini", harap Soekarwo.

Copyright © Semen Gresik . All rights reserved. / Privacy Policy