Direktur Utama PT Semen Gresik Tbk Dwi Soetjipto mengatakan pihaknya sedang menjajaki kemungkinan pembentukan holding company (perusahaan induk) untuk menaungi Semen Gresik serta dua anak usahanya, PT Semen Padang dan PT Semen Tonasa.
Pembentukan holding diharapkan meningkatkan kinerja dan produksi.
Sebagai contoh, saat Semen Gresik berjalan sendiri, total produksinya hanya 15 juta ton per tahun. Tapi, setelah menaungi Semen Padang dan Tonasa, ada peningkatan produksi menjadi 18 juta ton.“Ini tanpa investasi,” katanya. Selain itu, posisi tawar Semen Gresik bisa lebih tinggi jika membentuk holding.
Menurut Deputi Badan Usaha Milik Negara Bidang Usaha Industri Strategis Kementerian BUMN Irnanda Laksanawan, pemerintah bisa mempertimbangkan lebih dalam kemungkinan pembentukan holding.
Karena itu, pihaknya tidak bisa terburu-buru memutuskan apakah holding bisa dibentuk atau tidak. “Holding kan sarana, bukan tujuan,” katanya.
Untuk meningkatkan produksi saat ini, Semen Gresik dan dua anak usahanya berencana membangun pabrik baru dengan kapasitas 2,5 juta ton per tahun. Pembangunan pabrik baru untuk mengejar target produksi 30,5 juta ton semen per tahun pada 2015.
Lokasi pabrik mungkin di Jawa Tengah. Tapi daerah lain, seperti Aceh, Jambi, dan Bengkulu, juga dikaji.
Dwi mengatakan pembangunan pabrik baru ada kemungkinan dimulai tahun depan dengan investasi Rp 3,8-4 triliun. Sedangkan pabrik baru Semen Padang akan dibangun di Sumatera Barat, tapi terhambat lahan hutan lindung. “Sekitar 256 dari 412 hektare merupakan hutan lindung,” kata Widodo Santoso, Direktur Utama PT Semen Padang