PT Semen Gresik Tbk (SMGR) memastikan stok semen untuk kawasan Sumatera Barat dan sekitarnya aman. Saat ini, stok semen untuk memasok kawasan Cigading, Aceh, dan Sumut masih dipastikan cukup terkendali. Hanya saja, untuk kawasan Pekanbaru, Bengkulu, dan Jambi, perseroan mengalami kesulitan pendistribusian karena problem infrastruktur jalan.
Stok semen yang ada di kawasan tersebut saat ini masih sebesar 250.000 ton dari Semen Gresik, 240.000 ton dari Semen Padang, dan 140.000 ton dari Semen Tonasa. Stok ini dinilai cukup untuk 14 hari ke depan.
Untuk mengatasi ancaman kelangkaan, pasokan semen di wilayah tersebut yang biasanya ditangani PT Semen Padang akan langsung didatangkan dari Semen Gresik dan PT Semen Tonasa. Semen Padang dan Semen Tonasa adalah anak perusahaan SMGR. Pabrik Semen Padang masih berhenti beroperasi karena minimnya pasokan listrik dari PLN. Demikian keterangan resmi perseroan, Senin (5/10/09).
Sebelumnya, Kepala Divisi Komunikasi SMGR Saifudin Zuhri kepada kabarbisnis.com mengatakan, gempa hebat yang melanda Padang, Sumbar, Rabu (30/9/09) membuat operasional PT Semen Padang, salah satu anak usaha PT Semen Gresik Tbk (SMGR), terhenti. Kendati demikian, perseroan yakin target-target yang terkait kinerja keuangan tidak akan terganggu.
”Gempa membuat Semen Padang menyetop produksinya. Namun, kerusakannya tidak parah. Sarana-sarana produksi juga tidak mengalami kerusakan berarti. Tapi, kami masih akan terus melakukan pendataan, jadi taksiran kerugian belum bisa kami pastikan,” ujar Kepala Divisi Komunikasi SMGR Saifudin Zuhri.
Menurut dia, pabrik Semen Padang berhenti beroperasi hanya karena tidak mendapat pasokan listrik mengingat gardu PLN juga mengalami kerusakan. ”Kami prediksi, dalam 7-10 hari semua sudah normal dan pabrik bisa kembali beroperasi,” ujar Saifudin. Saifudin menegaskan, gempa ini tidak mengganggu Rencana Kerja Perusahaan (RKP) 2009. Semua target terkait kinerja keuangan diyakini bisa tercapai. ”Sebab, capaian-capain bulan sebelumnya sudah sangat menggembirakan,” ujarnya,
Untuk sementara, terang dia, pasokan semen di kawasan Sumatera yang biasanya disuplai oleh Semen Padang akan ditangani dulu oleh Semen Gresik dan Semen Tonasa, anak usaha perseroan lainnya. Pada Agustus 2009, penjualan Semen Padang mencapai 566.450 ton, naik 9,1% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 519.307 ton. Namun, secara kumulatif sejak Januari-Agustus 2009, penjualan Semen Padang turun 6,1% jika dibandingkan periode Januari-Agustus 2008, dari 4,158 juta ton menjadi 3,905 juta ton.
Per semester I/2009, SMGR membukukan laba sebesar Rp1,5 triliun, tumbuh 33% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Laba bersih per saham menjadi Rp258. Penjualan perseroan tercatat sebesar Rp6,7 triliun, lebih tinggi dibanding posisi Juni 2008 sebesar Rp5,6 triliun.
SMGR berencana meningkatkan kapasitas produksi di seluruh pabriknya hingga 19 juta ton per tahun pada 2009 dari sebelumnya 18,2 juta ton pada 2008.