Seiring penerapan teknologi yang makin canggih dan keberpihakan pada lingkungan hidup, PT Semen Gresik (Persero) Tbk telah memanfaatkan limbah sektor industri lain dalam proses produksinya. Dengan demikian, posisi dan komitmen Semen Gresik dalam keberpihakan soal lingkungan makin jelas dan nyata.
Hal itu ditegaskan Dirut Semen Gresik, Dr Ir Dwi Soetjipto saat pertemuan dengan pimpinan media massa di Surabaya, Senin (23/8/2010) malam. Kegiatan ini juga dihadiri petinggi Semen Gresik lainnya, seperti Direktur Litbang dan Umum Soeharto, Direktur Produksi Suparni, dan Sekretaris Perusahaan sekaligus Kepala Divisi Komunikasi Sunardi Prionomurti. "Ada 20 persen komponen proses produksi kita mempergunakan limbah yang dihasilkan dan tak dipakai sektor industri lainnya," kata Dwi.
Langkah dan strategi yang dilakukan manajemen Semen Gresik itu tak mungkin dihindarkan, mengingat isu keberpihakan lingkungan dari waktu ke waktu makin kuat. "Selama ini ada mispersepsi soal isu lingkungan yang tak diatasi dengan teknologi. Faktanya, kita telah memakai limbah industri lain untuk kepentingan proses produksi di pabrik kita," tambahnya.
Sejumlah limbah industri yang bisa dipakai untuk proses produksi Semen Gresik adalah ply ice, gypsum, pasir besi, dan lainnya. "Pasir besi limbah dari PT Smelting di Gresik kita terima untuk bahan campuran semen," kata Sunardi P, Sekretaris Perusahaan sekaligus Kepala Divisi Komunikasi Semen Gresik.
Kapasitas Terus Meningkat
Di sisi lain, kapasitas produksi Semen Gresik Group dari tahun ke tahun makin meningkat. Dwi Soetjipto mengemukakan, pada tahun 2010 ini ditargetkan tingkat produksi Semen Gresik mencapai 19 juta. Tingkat produksi itu dihasilkan dari pabrik Semen Gresik Group di Tuban, Semen Padang di Sumbar, dan Semen Tonasa di Sulsel.
Pada tahun 2011 mendatang, ditargetkan tingkat produksi Semen Gresik bisa menyentuh angka 20,5 juta. Hal itu terwujud setelah dilakukan upgrading atas pabrik yang ada di bawah payung Semen Gresik. "Selain itu, pada akhir tahun 2011 mendatang, ditargetkan 2 pabrik Semen Gresik di Tuban dan Tonasa mulai beroperasi dengan tingkat produksi mencapai 5 juta ton per tahun," jelas Dwi.
Sekarang ini, katanya, performance bisnis korporasi Semen Gresik menunjukkan trend bagus. Karena itu, manajemen BUMN penghasil semen ini menetapkan strategi transformasi tahap II Semen Gresik. Yang mana dalam kerangka kebijakan strategis bisnis ini, fokus utama landasan operasional Semen Gresik adalah pada aspek pertumbuhan korporasi dalam multi aspek, pengamanan core business perusahaan, dan pengembangan bisnis. "Transformasi perusahaan tahap I telah kita tutup," tegas Dwi Soetjipto.