Semen Gresik Membentuk Manusia Holistik

Pendidikan yang mampu menyentuh seluruh aspek kemanusiaan, itulah yang dibutuhkan dalam meng­hadapi era desentralisasi saat ini. Peningkatan kualitas SDM sejak dini pun menjadi hal penting yang harus dipikirkan secara sungguh-sungguh. Hal itulah yang lantas menjadi pijakan Semen Gresik Foundation (SGF) dalam menyelenggara­kan pembekalan tentang Pembelajaran Holistik Berbasis Karakter “Semai Benih Bangsa” bagi para guru sekolah di lingkungan Semen Gresik, baik di wilayah Tuban maupun Gresik. Acara yang diselenggarakan selama 5 hari mulai tanggal 6-10 Juli 2008 di Gedung Widyaloka SMA SG ini diikuti oleh 14 orang guru TK yang diambil dari 3 TK di wilayah Gresik dan 3 TK di wilayah Tuban. Pembekalan itu terselenggara atas kerjasama SGF dengan Indonesia Heritage Foundation (IHG).  Dalam praktiknya, pendidikan holistik berbasis karakter yang dikembangkan oleh IHG bertujuan untuk membentuk manusia holistik/ utuh (whole people) yang cakap dalam menghadapi dunia yang penuh tantangan dan cepat berubah serta mempunyai kesadaran spiritual bahwa dirinya adalah bagian dari keseluruhan (the person within a whole). Sedangkan materi yang diberikan bagi para guru adalah kegiatan yang berfokus pada metode: knowing the good, feeling and loving the good and acting the good yang didasarkan pada 9 pilar karakter, yaitu: Cinta Tuhan dan segenap ciptaan-Nya; Tanggungjawab kedisiplinan dan ke­mandirian; Kejujuran/ amanah dan arif; Hormat dan santun; Dermawan, suka menolong dan gotong-royong/ kerjasama; Percaya diri, kreatif dan pekerja keras, kepemimpinan dan keadilan; Baik dan rendah hati; Serta toleransi, kedamaian dan kesatuan.  “Metode pembelajaran ini sebenarnya sudah sejak lama dirintis di luar negeri, karena mereka menyadari benar penting­nya pendidikan usia dini.  Terlebih pada kenyataannya mendidik anak TK jauh lebih sulit ketimbang mendidik mahasiswa di PT,” tutur Bambang Subroto, Ketua SGF. Materi yang diberikan dalam pelatihan tersebut antara lain: Wawasan Perlunya Pendidikan Karakter; Konsep Diri (Training Motivasi); Berbagai Teori dan Metode Pengajaran; Bagaimana Meng­alirkan Karakter di Kelas; Praktik Pengaplikasian Modul 9 Pilar Karakter; Brain Based Learning and Teaching, serta Aplikasi Pembelajaran Holistik Berbasis Karakter.  “Seperti paradigma cangkir kosong, para guru sengaja diliburkan selama pembekalan agar mereka bisa me­ngosongkan pikiran dari beban rutinitas sehari-hari. Dengan be­gitu, diharapkan materi yang diberikan bisa di­serap dengan baik,” jelas Subroto dalam sambutan­nya. Ke depan, SGF ber­harap bila kegiatan ini disetujui, pembekalan “Semai Benih Bangsa” akan dilanjutkan untuk TK dan Sekolah Dasar lain di sekitar lingkungan Semen Gresik Group.
 

Copyright © Semen Gresik . All rights reserved. / Privacy Policy