Semen Gresik Mulai Bangun Pabrik Baru Tuban IV Berkapasitas 2,5 Juta Ton

GRESIK, 20 AGUSTUS 2009: Pada hari ini Proyek pembangunan pabrik Tuban IV dengan kapasitas 2,5 juta ton per tahun dengan investasi lebih dari Rp 3,5 triliun resmi dimulai dengan dilakukan pemancangan oleh Menneg BUMN Sofyan A  Djalil.

Lokasi pabrik baru berada di antara pabrik yang sudah ada. Proyek Pabrik Tuban IV di Tuban berdiri diatas lahan seluas 9 Ha, serta lahan untuk bahan baku seluas 1000 Ha. Pabrik Baru Tuban IV direncanakan dapat operasi penuh pada awal tahun 2012.

Meski saat ini terjadi krisis ekonomi, Semen Gresik tetap melaksanakan pembangunan pabrik baru mengingat utilisasi peralatan produksi pada pabrik yang ada sudah maksimal dan untuk mengantisipasi pertumbuhan permintaan semen domestik maupun regional setelah masa krisis berakhir. “Saat ini perseroan memfokuskan strategi pada pengembangan kapasitas khususnya untuk mengantisipasi potensi peningkatan konsumsi semen domestik yang kami perkirakan akan tumbuh sekitar 6,5% pada tahun 2011” kata Dirut Dwi Soetjipto

Berdasarkan pengalaman dan keberhasilan dalam pembangunan pabrik Tuban I, II dan III, pelaksanaan Pembangunan Proyek Pabrik Tuban IV dikerjakan dengan konsep Swakelola, dimana Semen Gresik sebagai pemilik proyek telah membentuk Tim khusus untuk menangani pelaksanaan pembangunan ini.

Beberapa kegiatan yang dilakukan dengan Konsep Swakelola adalah :
1.    Engineering
Engineering baik Basic Engineering maupun Detail Engineering untuk disiplin Civil, Mechanical, Electrical dan Instrumentasi, akan dilakukan oleh Design & Engineering P3SB, dibantu oleh Engineering Services dan dari institusi Pendidikan.

2.    Procurement
Pengadaan peralatan Pabrik Baru dilakukan dengan pengadaan Peralatan Utama (main Vendor) dan pengadaan barang lokal. Pengadaan barang lokal meliputi: pengadaan barang dan bahan, serta fabrikasi peralatan melalui workshop lokal.

3.    Construction
Konstruksi Pabrik baru nantinya akan menggunakan sub kontraktor skala nasional, dengan mengutamakan kontraktor lokal. Perkiraan tenaga kerja yang terlibat dalam proses pembangunan Pabrik Baru adalah sekitar 3000 orang.

4.    Commisioning
Pelaksanaan Commisioning Pabrik baru akan dilakukan oleh Tim Persiapan Operasi (TPO), yang merupakan gabungan antara personil P3SB dan personil operasional existing.

Teknologi Terbaru
Peralatan utama (main equipments) yang dipakai dalam pembangunan pabrik baru di Tuban, memiliki teknologi terkini dengan keunggulan lebih efisien dan ramah lingkungan.
Peralatan utama termasuk Mesin Penggilingan Bahan Baku (Vertical Raw Mill) dengan kapasitas produksi 750 ton per jam dan Mesin Penggilingan Semen (Vertical Cement Mill), dengan kapasitas 2x250 ton per jam. Khusus untuk Vertical Cement Mill ini merupakan yang pertama digunakan di Indonesia dan teknologi terbaru di dunia.

Automation Technology
Pengendalian operasi proses produksi semen Pabrik Tuban IV dari tahap awal  ( Crusher Plant ) sampai tahap akhir ( Packer Plant ) menggunakan sistem full otomatic, pengendalian meliputi Distributed Controt System (DCS), Management Information Sistem (MIS),. Laboratory Management System ( LMS), Power Management Sistem (PMS). Distributed Control System (DCS) pengendali proses produksi berbasis PLC didukung, teknologi terbaru Smart MCC's yang• terintegrasi dengan Management Information System (MIS) mempermudah pengendalian operasi dengan parameter operasi yang terukur, arnan, dan terdokumentasi dengan baik.

Laboratory Management System (LMS) menggunakan QCX dengan sistem analisa yang berbasis X-Ray dan di dukung oleh teknologi tinggi otomatisasi Robo-Lab yang mampu menjamin akurasi mutu semen yang lebih baik dan komposisi yang tepat.

Selain membangun pabrik baru di Tuban Jawa Timur Semen Gresik juga membangun pabrik baru di Tonasa, Sulawesi Selatan dengan kapasitas 2,5 juta ton, serta pembangunan pembangkit tenaga listrik dengan kapasitas 2 x 35 MW yang direncanakan beroperasi pada tahun 2011.

Kinerja Perseroan
Hingga semester  I / 2009 di tengah permintaan semen yang mengalami penurunan hingga 8,4%, Perseroan hanya mengalami penurunan sebesar 5,7% bahkan Perseroan mencatat kenaikan  laba bersih yang cukup signifikan sebesar 33,2%. Kenaikan tersebut diperoleh karena keberhasilan menekan biaya produksi dan efisiensi segala lini, diantaranya melalui sinergi antar Anak Perusahan.

Secara garis besar kinerja Perseroan sampai dengan Semester I / 2009 dapat disampaikan sebagai berikut :
•    Pendapatan (revenue) mencapai Rp 6,767 triliun meningkat 18,8% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2008 sebesar Rp 5,697  triliun. Selama Semester I / 2009 Perseroan mampu menjual semen sebesar  19,488 juta  ton  untuk konsumsii pasar domestic dan ekspor.
•    Laba usaha mencapai Rp 1,914 triliun naik 25,5% dibandingkan tahun 2008 sebesar Rp 1,525 triliun.
•    Laba bersih sebesar Rp 1,514 triliun naik  33,2  % dibandingkan periode yang sama pada tahun 2008 sebesar Rp  1,136 triliun
•    EBITDA mencapai sebesar Rp 2,129 triliun naik 19,4% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2008 sebesar 1,782 triliun

Copyright © Semen Gresik . All rights reserved. / Privacy Policy