PT Semen Gresik Tbk memperluas pemanfaatan lahan batu kapur yang berada di bawah pengelolaan Perum Perhutani. Perluasan ini untuk memenuhi kebutuhan bahan baku produksi semen yang jumlahnya meningkat.
Penandatanganan kerja sama kedua BUMN soal pemanfaatan lahan hutan itu dilakukan Plt Direktur Utama Perum Perhutani, Haryono Kusuma dan Direktur Utama PT Semen Gresik, Dwi Soetjipto, bersamaan pembukaan rapat kerja tahunan Perum Perhutani di Madiun, Selasa (1/3). Hadir dalam kesempatan itu Menteri Negara BUMN Mustafa Abu Bakar dan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan serta jajaran direksi Perum Perhutani. “Kebutuhan semen dalam negeri akan terus tumbuh dan Semen Gresik juga terus meningkatkan kapasitas produksinya. Sementara bahan baku batu kapur untuk semen, sebagian berada di lahan milik Perhutani, “kata Dwi Soetjipto usai penandatanganan seperti dikutip Antara.
Ia menjelaskan, pihaknya sudah mengajukan permohonan kepada Perum Perhutani untuk tambahan lahan eksploitasi batu kapur seluas 460 hektare guna keperluan bahan baku pabrik Tuban. Selain itu, Semen Gresik juga mengajukan permohonan pemanfaatan lahan serupa seluas 140 hektare dari 700 hektare yang di rencanakan, untuk pasokan pabrik semen baru yang akan di bangun di wilayah jawa tengah. “Pemanfaatan lahan Perhutani itu sifanya pinjam pakai dan kita harus menggantinya sebanyak dua kali luas lahan yang dipakai. Selain itu, lahan yang sudah tidak dieksploitasi, nantinya juga harus dalam bentuk hutan, “ujar Dwi Soetjipto.
Ia menambahkan, permintaan komodiatas semen di dalam negeri akan terus meningkat dalam beberapa tahun kedepan, sehingga di perlukan berbagai langkah strategis untuk memenuhinya. Semwn Gresik juga telah menyusun master plan untuk pengembangan kapasitas produksi semen, antara lain membangun dua pabrik baru yang masing – masing berkapasitas 2,5 juta ton di Semen Tonasa, Sulawesi Selatan, dan Tuban, Jatim.
Dwi Soetjipto menjelaskan sekitar 90% lahan batu kapur yang dieksploitasi untuk bahan baku pabrik Tuban, berada di kawasan wilayah Perum Perhutani dan sisanya milik rakyat. “Selain kerja sama pemanfaatan lahan hutan yang berlangsung selam lima tahun, Semen Gresik dan Perhutani juga akan mengintegrasikan kegiatan CSR (Corporate Social Responsibility) agar lebih bermanfaat untuk masyarakat, “ujarnya.
Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengemukakan Perum Perhutani mengusai lebih kurang 2,4 juta lahan hutan di wilayah Pulai Jawa dan di dalamnya juga terdapat sumber daya alam atau bahan tambang yang bias di manfaatkan lahan tambang itu, “ujarnya.
Sedangkan Menneg BUMN Mustafa Abubakar sinergi Perum Perhutani dengan Semen Gresik bias meningkatkan nilai tambah bagi kedua perusahaan tersebut, sekaligus kenaikkan kontribusi pendapatan kepada Negara.