Semen Gresik Segera Akuisisi Dua Perusahaan Semen Malaysia

SIAPKAN DANA US$ 500 JUTA
 
PT Semen Gresik Tbk (SMGR) segera mengakuisisi dua perusahaan semen Malaysia. Perseroan menganggarkan US$ 500 juta atau setara Rp 4,5 triliun untuk aksi korporasi tersebut.

“Dari dua perusahaan itu, salah satunya tinggal finalisasi. Kami hamper mencapai negosiasi tahap akhir. Satu perusahaan lagi masih dilakukan due diligence,” ujar Direktur Utama Semen Gresik Dwi Soetjipto ketika dihubungi Investor Daily di Jakarta, Rabu (1/12).

Namun, Dwi Soetjipto tak bersedia menyebut nama perusahaan yang akan diakuisisi itu. Begitu pula ketika didesak apakah salah satu perusahaan dimaksud adalah Cemen Industries of Malaysia Bhd (CIMA).

“Kalau selama ini yang diberitakan CIMA, ya terserah. Tapi saya tidak sebut namanya karena belum tuntas. Yang pasti, kami berencana mengakuisisi dua perusahaan, dana yang kami siapkan sekitar US$ 500 juta,” paparnya.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Semen Gresik disebut-sebut mengajukan penawaran akuisisi CIMA senilai Rp 4-5 triliun. Akuisisi kemungkinan terealisasi pada 2011. Sedangkan satu perusahaan semen lainnya belum terungkap.

Dwi Soetjipto pernah mengungkapkan, dengan mengakuisisi CIMA, kapsitas produksi semen dan pangsa pasar perseroan akan meningkat cukup signifikan. Untuk tahap awal, Semen Gresik baru menyiapkan dana sekitar US$ 300 juta. Sebagian sumber pendanaan akan diambil dari pinjaman baru.

“Kami belum bisa paparkan secara detail, tapi nilaynya sekitar US$ 4-5 triliun. Yang kami siapkan baru US$ 300 juta,” tutur dia, beberapa waktu lalu. Menurut Dwi, akuisisi dilakukan karena permintaan semen dalam kurun 2010-2014 bakal meningkat. “Semen Gresik harus mampu memproduksi lebih untuk menangkap peluang itu,”katanya.

Setelah sukses membangun pabrik semen di Sulawesi Selatan dan Jawa Timur, Semen Gresik juga berencana membangun pabrik di Sumatra senilai US$ 300 juta atau setara Rp 2-3 triliun pada 2011 dengan kapasitas produksi 2-3 ton juta ton per tahun. Jika kedua pabrik itu beroperasi, produksi Semen Gresik bisa bertambah sekitar 5 juta ton. Investasi untuk kedua pabrik itu hingga Oktober lalu mencapai US$ 594 juta atau setara Rp 5,35 triliun.
 
Realisasi Capex

Dwi Soetjipto menjelaskan, realisasi belanja modal (Capex) Semen Gresik hingga akhir Oktober 2010 mencapai US$ 360 juta atau setara Rp 3,24 triliun dari total alokasi anggaran US$ 400 juta atau setara 3,6 triliun.

Dia mengakui, alokasi terbesar capex difokuskan pada pembangunan dua pabrik di Tonasa (Sulawesi Selatan) dan Tuban (Jawa Timur). Penyerapanya sudah mencapai 75%.

Capex  Semen Gresik tahun depan, kata Dwi Soetjipto, kurang lebih sama dengan tahun ini. Meski akan membangun pabrik di Sumatera dan mengakuisisi dua perusahaan semen Malaysia, perseroan tidak akan menaikkan belanja modal.

Dwi pernah mengatakan, tahun depan perseroan menganggarkan capex Rp 4-5 triliun. Dari jumlah itu, Rp 1-2 triliun di antaranya akan dipenuhi dari pinjaman siaga dari Bank Mandiri Tbk.

Pada perdagangan di Bursa Efek Kerja (BEI), kemarin, harga saham SMGR ditutup melemah Rp 350 (3,7%) menjadi Rp 9200 per saham. Saham emiten pelat merah itu ditransaksikan dengan volume 9,3 juta unit senilai Rp 86,08 miliar.

Copyright © Semen Gresik . All rights reserved. / Privacy Policy