Gresik, 2 Juli 2009 : Tiada henti membangun negeri, tagline terus diwujudkan dalam tindakan keseharaian. Kali ini SG juga tiada henti mengabdi untuk bumi pertiwi dengan memfasilitasi anak negeri agar selalu berprestasi. Tahun ini SG memberikan bea siswa kepada 1636 siswa dan mahasiswa dari ratusan sekolah. Intensitas bentuk kepedulian tidak hanya di bidang pendidikan namun meliputi olahraga, kesenian, kebudayaan, kesehatan dan lingkungan. Para penerima bantuan bea siswa dari Gresik dan Tuban diangkut menggunakan 76 bus.
Bea siswa dan perlengkapan sekolah diberikan kepada siswa mulai tingkat SD/Ibtidaiyah, SMP/Tsanawiyah, SMA/Aliyah dan SMK dari Gresik dan Tuban serta 10 Perguruan Tinggi di seluruh Indonesia.
Jumlah siswa yang mendapat bea siswa dan perlengkapan sekolah dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan. Tahun ini ratusan sekolah dengan jumlah siswa 1636 siswa. Penyerahan bea siswa juga didampingi oleh guru dari masing-masing sekolah.
Program peduli pendidikan ini diperuntukkan untuk siswa dari keluarga prasejahtera yang berprestasi berdasarkan data dari sekolah masing-masing yang melibatkan kepala sekolah agar penyerahan tepat sasaran.
Tujuan program ini adalah meningkatkan kualitas dan memberikan motivasi bagi siswa sehingga muncul siswa-siswa berprestasi yang dapat menjadi kebanggaan daerah atau nasional.
Direktur Utama, PT Semen Gresik (Persero) Tbk Dwi Soetjipto, mengatakan, bahwa bantuan bea siswa tersebut akan memberikan manfaat bagi masa depan anak, karena masa depan terletak di tangan mereka. Tentu saja untuk mewujudakan misi sosial ini Semen Gresik tidak dapat melakukannya sendiri, perlu itra dengan pihak sekolah serta perangkat desa dan intitusi lainnya. “Perlu saling bahu membahu untuk mewujudkan SDM yang unggul,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut SG juga memberikan kepada 10 mahasiswa dari 10 Perguruan tinggi. Untuk program bea siswa dan bantuan pembangunan berbagai sarana pendidikan, kesehatan, olah raga, sosial, keagamaan, lingkungan tahun 2009, SG mengucurkan dana sekitar 50 milyar rupiah.