PT Semen Gresik siap mengakuisisi saham PT Semen Baturaja. ”Jika akuisisi terlaksana, maka ada sinergi yang dapat dikembangkan dalam grup Semen Gresik,” kata Direktur Utama PT Semen Gresik Dwi Sutjipto usai Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR, di Gedung MPR/DPR-RI, Rabu (5/5).
Menurut Dwi, upaya mengakuisisi pabrik semen sudah menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam meningkatkan kapasitas produksi. “Kami sejak dua tahun lalu melakukan persiapan untuk mengambilalih perusahaan itu,” kata Dwi.
Meski demikian, ia tidak menyebutkan berapa besar dana yang dianggarkan untuk rencana akuisisi itu. Ia juga menuturkan, kepastian aksi korporasi tersebut juga tergantung kebijakan pemegang saham.
”Kalau dari sisi pendanaan, cukup. Tinggal kebijakan pemegang saham dalam pengemabangan BUMN itu,” katanya.
Ditambahkan Dwi, bisa saja Semen Baturaja dikembangkan secara terpisah.
Sementara itu, Direktur Utama Semen Baturaja, Pamudji Rahardjo, mengatakan, rencana akuisisi Semen Baturaja masih menunggu arahan dari Kementerian BUMN selaku kuasa pemegang saham.
”Dari aspek bisnis akan berdampak lebih baik terutama adanya sinergi bidang pemasaran, produksi, keuangan, logistik,” kata Pamudji seperti dikutip Antara.
Kapasitas produksi Semen Baturaja pada tahun 2010 mencapai 1,1 juta ton. Dalam lima tahun ke depan, perusahaan akan mengembangkan kapasitas tambahan sebesar 1,8 juta ton, terdiri atas pembangunan pabrik baru berkapasitas 1,5 juta ton per tahun, dan pembangunan cement mill sebesar 300.000 ton per tahun.
Menurutnya, untuk membangun pabrik baru akan dibiayai dari kas internal sebesar Rp 50 miliar (2010), ditambah dengan Rp 400 miliar dari utang bank dan utang luar negeri (2011), Rp 900 miliar dari utang perbankan dan utang luar negeri (2012), dan dari penawaran saham kepada publik (IPO) sebesar Rp 1 triliun (2014).