PT Semen Gresik menyatakan kesiapannya untuk membangun pabrik di wilayah Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, sebagai salah satu upaya ekspansi badan usaha milik negara ini. "Proses ekplorasi untuk mengetahui kandungan kapur serta penyusunan analisis mengenai dampak lingkungan sedang berjalan," kata Direktur Utama PT Semen Gresik, Dwi Soetjipto, ketika menyerahlan bantuan kemanusiaan bencana letusan Gunung Merapi kepada Gubernur Jawa Tengah, di Semarang, Rabu.
Menurut dia, berdasarkan aspek lingkungan, kawasan pegunungan kapur di Kabupaten Rembang cukup memungkinkan untuk pendirian pabrik semen ini. Ia menjelaskan, investasi sekitar Rp3,5 triliun ini akan membutuhkan lahan lebih kurang 600 hingga 800 hektare.
"Sekitar 100 hektare untuk pabrik dan 500 hingga 700 hektare untuk penyediaan bahan baku," katanya. Ia mengharapkan, tahun 2011 pembangunan pabrik ini sudah bisa dimulai.
Sementara itu, Gubernur Bibit Waluyo, mengatakan penundaan rencana investasi pabrik semen ini sudah terlalu lama. "Pertengahan tahun 2011, pembangunan pabrik ini harus sudah dimulai," katanya.
Menurut dia, seharusnya sudah tidak ada masalah lagi dengan pembangunan pabrik ini, karena kawasan yang akan digunakan bukan merupakan pemukiman. "Kawasan yang akan digunakan merupakan daerah kapur milik rakyat. Secara keilmuan dan fasilitas pabrik, tidak perlu dipermasalahkan lagi," katanya.
Adapun untuk bantuan kemanusiaan bencana Merapi yang besarnya mencapai Rp750 juta dari PT Semen Gresik, gubernur menyampaikan terima kasih. Bantuan tersebut diberikan pada waktu yang tepat, menurut dia, tiga daerah di lereng Merapi akan memasuki masa rehabilitasi.
Bantuan kemanusiaan PT Semen Gresik senilai Rp750 juta tersebut diwujudkan dalam bentuk material bangunan untuk mendukung proses rehabilitasi penduduk.